Connect with us

Berita

Pak Iyo Si Penunggu Lahan Kosong Sejak 1960.

Published

on

Lurah Kelurahan Kedaung Wahidin bersama Bapak Iyo si penunggu tanah cek loleng selama puluhan tahun (Foto: Adi Onez)

deblitznews.com|Kedaung.

Pak Iyo warga RW 08 Kelurahan Kedaung, Sawangan, Depok kini usianya yang sudah memasuki 90 tahun tetap semangat dan energik untuk merawat dan menjaga lahan yang di jaganya sejak 1960 tahun silam.

Berdasarkan pengakuannya kepada deblitznews.com, pak Iyo yang juga di temani oleh lurah kelurahan Kedaung Wahidin saat meninjau lokasi yang terkena program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada Jumat (29/3).

Selama merawat dan menjaga lahan yang begitu luas, pak Iyo dan keluarga hanya memanfaatkan lahannya saja untuk lahan pertanian, menanam pohon pisang dan singkong, sedangkan dari pihak pemilik lahan tidak pernah memberikan bantuan secara rutin (bulanan-red).

“cukup lama, istri saya sudah meninggal sejak tahun 2011, dan anak saya ada 4 sudah besar semua, masalah bantuan belum pernah saya terima,”jelasnya kepada deblitznews.com.

Untuk masalah makan dia (Iyo-red) hanya mendapatkan dari hasil penjualan pertaniannya, dan untuk rumah yang saat ini ditempati yang kini sudah rapuh dan banyak yang bocor akibat pengeroposan, sementara pak Iyo tinggal sendiri di rumah tersebut, sedangkan anak anaknya sudah berkeluarga dan tidak tinggal bersama lagi.

Ditempat yang sama Wahidin lurah kelurahan Kedaung merasa sangat prihatin dengan kondisi pak Iyo saat ini, saat di tanya hanya kematian saja yang terucap dari bibirnya yang terkadang bergetar. Untuk itu, lurah langsung memberikan sedikit rezeki untuk pak Iyo dan memerintahkan kepada pemilik lahan untuk segera memberikan bantuan beras kepada pak Iyo.

“wajarlah pemilik lahan memberikan beras, atau bantuan yang lain, dia jaga cukup lama namun ga dapet apa apa hanya memanfaatkan saja, resiko menjaga dan merawat lahan yang luas seperti ini cukup berat loh sebenarnya,”jelas Wahidin .

Ditambahkannya, kondisi saat ini juga sudah sangat memperihatinkan, baik masalah kesehatan, ekonomi, bahkan rumahnya juga cukup parah.

“Tolong dah tuh, cek loleng selaku pemilik lahan untuk segera memperhatikan kondisi pak Iyo, jangan tanahnya saja yang minta di jagaain,”Jelasnya.(db/nez).

Advertisement
Comments

Peristiwa

Jalan Mangga, Situ Gugur Amblas

Published

on

deblitznews.com|Pasir Putih.

Hujan deras melanda kota Depok dan sekitarnya, pada Minggu (7/4) sore dini hari, dari pukul 15:00 WIB. Banyak mengakibatkan di beberapa daerah tergenang air.

Jalan mangga diwilayah RW 02 kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Depok amblas akibat benturan luapan air, amblasnya jalan tersebut berada ujung jembatan situ gugur sebagai penghubung dua kelurahan, pasir putih dan bedahan,

Sementara akses jalan tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat (mobil), di khawatir kan akan terjadi longsoran susulan.

Sementara, sebelum terjadinya amblas (longsor) jalan tersebut sudah mengalami keretakan sehingga dengan derasnya hujan semakin memperparah keadaan.(db/nez).

Continue Reading

Hukum & Kriminal

HP, Aktivis Depok Dilaporkan Dua Pengusaha Wanita, Atas Dugaan Gelapkan Uang Ratusan Juta.

Published

on

Entin Partiwi dan Dian Dwi Kurniawati dua pengusaha di Depok saat konprensi pers, kepada sejumlah awak media kemaren.

deblitznews.com|Depok.

Seorang aktivis pemuda, HP alias Hersong dilaporkan ke polisi oleh dua orang pengusaha wanita, Entin Partiwi dan Dian Dwi Kurniawati atas dugaan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 200 juta.

Laporan ke Mapolres Kota Depok tertuang dalam surat laporan/pengaduan, bernomor STPLP/2589/K/IX/2018/Resta Depok, tertanggal Senin 26 September 2018 yang ditandatanggani Kanit I SPKT, Inspektur Pol Sumari, SH. “Sekarang prosesnya sudah gelar perkara,” kata Dian kepada sejumlah awak media di Depok, Kamis (21/3/2019).

Hersong dilaporkan karena menawarkan beragam proyek infrastruktur di Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan total nilai Rp 20 miliar. Laporan tersebut diproses karena sudah masuk unsur Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan 372 KUHP tentang Penggelapan.

“Saya yakin menuruti tawaran Hersong karena dipertemukan, dijamin dan didukung oleh seorang pejabat tinggi di DPRD Kota Depok berinisial HTA. Kami tiga kali diajak Hersong bertemu pejabat tersebut di kantornya di gedung DPRD Kota Depok, dikediamannya dan di Gedung Pertemuan LCC, Jalan Pemuda saat menyerahkan uang Rp 80 juta sebagai uang muka. Dihadapan kami pejabat tersebut juga sempat menelepon beberapa pejabat Pemkot Depok untuk minta proyek. Bagaimana kami nggak yakin,” jelas Dian geram.

Dia mengungkapkan, karena gagal mendapatkan proyek, dirinya meminta agar uang yang sudah diberikan bertahap dengan total Rp 200 juta agar dikembalikan tapi setahun menunggu tak pernah dikembalikan sepeser pun. “Hersong hanya janji-janji dan pejabat tinggi tersebut berjanji akan mengembalikan uang Rp 80 juta. Penyerahan uang ke Hersong ada buktinya, saksi-saksi dan kwitansi bermaterai. Kalau penyerahan uang ke pejabat tersebut hanya saksi-saksi dan ada percakapan di WA. Semua bukti-bukti dan saksi sudah kami serahakan ke penyidik kepolisian,” ungkapnya.

Dian berharap kasusnya ini dapat segara diselesaikan pihak kepolisan dan dilimpahkan ke kejaksaan serta disidangkan pengadilan. “Dengan kasus ini, saya tidak ingin ada jatuh lagi korban penipuan janji-janji proyek di Pemkot Depok,” harapnya.(nez)

Continue Reading

Berita

SMPN 2 Lakukan Gerakan Memilah Sampah dan Pengurangan penggunaan Plastik.

Published

on

deblitznews.com| Depok Jaya.

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Depok Jaya, Kota Depok melalui Kepala Sekolahnya melakukan gerakan memilah sampah dan pengurangan volume sampah plastik di Kota Depok. Kepala Sekolah SMP Negeri 02 Drs.Purnomo sudah menghimbau kepada siswa untuk mengharuskan siswa membawa wadah makanan, sehingga saat jajan di kantin sekolah, siswa tidak perlu lagi diberikan styrofoam atau plastik pembungkus makanan. Bahkan, Purnomo sudah menerapkan cara ini sejak dirinya masih menjabat sebagai kepala Sekolah di SMPN 05 Beji Timur, Depok.

Tidak hanya itu, pedagang di kantinpun diharuskan untuk tidak menyajikan jajanannya kepada siswa dengan menggunakan bungkus plastik atau Styrofoam.

“Semua pedagang di kantin saya kumpulkan, saya bimbing, kalau kalian dagang di sini pure, murni hanya kepentingan ekonomi, silahkan kalian dagang di pasar, di pasar saja ada aturannya apalagi di sekolah”, tegas Purnomo saat diwawancarai deblitznews.com, Senin, (18/03) di ruang kerjanya.

Lebih lanjut, Purnomo menyampaikan, setiap hari saat lakukan apel pagi dan Jum’at dirinya lakukan bimbingan dan sekaligus melakukan pembersihan di sekolahan serta di sekitar lingkungan sekolah.

“Setiap lima hari terakhir kita lakukan evaluasi, supaya di hari Senin kedepannya kita tidak melakukan kesalahan yang sama”, tandasnya.

Menariknya lagi, Purnomo juga memberikan sertifikat kejujuran kepada siswa yang menemukan barang hilang dan mau mengembalikannya.

“Siswa yang jujur menemukan uang aja saya kasih sertifikat, selama ini kan kalo ada uang yang hilang pas diumumkan ada yang mengaku dan benar kronologisnya lalu dikasihkan selesai, kalo ga ketemu paling masuk kotak amal masjid”, jelasnya.

Diceritakannya, dulu, sekolah yang juara itu satu sampai tiga, juara rangking kelas, tapi anak yang sopan santun, yang bicara lemah lembut, memakmurkan masjid, anak yang rajin ke perpustakaan anak yang meninggalkan kelas untuk shalat Dhuha itu tidak diberi penghargaan.

Intinya, Sekolah itu tidak hanya kompetensi akademis, tapi nilai – kehidupan juga diterapkan agar siswa selalu menerapkan pola hidup yang baik.
“Mutiara yang hilang, jadi yang dapat sertifikat bukan hanya siswa/siswi yang punya rengking di kelas atau juara di luar sekolah itu sudah umum, tapi yang rajin sholat, sopan santun, menemukan barang di kembalikan, itulah pembinaan karakter yang sebenarnya,” tuturnya. (adi).

Continue Reading

Berita Terpopuler