Connect with us

Berita

HPSN, Walikota Depok Ajak seluruh Masyarakat Ikut Peduli Sampah

Published

on

deblitznews|Cipayung.

Walikota Depok Muhammad Idris, memimpin langsung apel Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada Tanggal 21 Februari itu di yakini Keberadaan sampah tidak hanya menjadi sumber penyakit, tapi juga bisa menjadi sumber bencana jika tidak dikelola dengan benar. Sebagai warga untuk lebih peduli terhadap sampah hasil produksi rumah tangga selama ini.

“Sampah itu sebagai problem utama di sebuah Kota jika mengelolanya tidak baik tentunya akan menjadi sebuah bencana bagi manusia, seperti apa yang tejadi di TPA Leuwi Gajah tahun 2006 yang lalu. Sampai 157 jiwa meninggal akibat robohnya TPA dan menghapus dua perkampungan di sekitarnya,” ujar Idris di acara HPSN yang di pusatkan di TPA Cipayung, Duren Mekar, Bojongsari, Depok, Selasa (21/02/2017).

Idris mengajak seluruh komponen masyarakat Depok untuk lebih meningkatkan kepedulian pada pengelolaan sampah. Karena kepedulian pada lingkungan hidup akan berpengaruh terhadap besar kecilnya bencana dan kumuhnya di suatu wilayah.

“Geraka memilah sampah dan mengurangi sampah plastik harus kita mulai dari dirinya sendiri, jika peduli dengan lingkungan hidup, maka kita akan hidup bersih, sehat ” ucap Idris.

menurut Idris jika tidak peduli dengan pelestarian lingkungan hidup, terutama sampah akan berdampak buruk pada kesehatan dan kebersihan lingkungan.
“Kami mengajak masyarakat dan bersama-sama kita menjaga lingkungan kita agar tidak terjadi bencana yang sama-sama tidak kita kehendaki,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Etty Suryahati mengatakan, jika masyarakat Depok tidak peduli mulai dari sekarang dengan sampah di sekitarnya dengan mulai memilah sampah, maka bukan tidak mungkin Kota Depok bisa mengalami hal yang sama seperti di Leuwi Gajah.

“Tentu kalau sampai terjadi tragedi ini, tidak kita kehendaki sama sekali. Karena untuk mengembangkan sebuah TPA, saat ini lahannya sudah sangat sulit sekali. Bahkan, tidak ada,” tuturnya.

Eti menambahkan, semua orang butuh membuang sampah. Untuk membuang sampah ke TPA Cipayung saja, pihaknya harus melakukan pemilahan terlebih dahulu. Karena itu, pihaknya sangat terbantu dengan semakin besarnya kepedulian masyarakat yang ikut memilah sampah sendiri.

“Inilah masalah yang kita hadapi saat ini dalam penanganan sampah. Mari kita bersama-sama, bergandengan tangan mulai memilah sampah dari rumah. Agar kuota sampah di TPA Cipayung kita tidak sampai overload,” ajaknya.(adi).

Advertisement
Comments

Berita

Bus AKAP dan AKDP Wajib Masuk Terminal Jatijajar yang Bandel Akan di Tindak

Published

on

deblitznews.com|Kalimulya

Sejak diresmikannya pada September tahun 2018, Terminal Jatijajar di jalan Raya Bogor, Kecamatan Tapos Kota Depok, kini di mulai beroperasi sejak Rabu (13/03/2019). Hasil pemantauan Dinas Peehubungan Kota Depok, di Terminal Jatijajar, Senen (18/03/2019) sudah mulai tampak ramai bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang masuk dan keluar terminal. Dinas Perhubungan Kota Depok telah mewajibkan bus AKAP dan Bus antar Kota dalam Prov.insi (AKDP) masuk Terminal Jatijajar.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana, di dampingi Kabid Angkutan Marbudiantono menjelaskan, dengan pengoperasian seluruh bus AKAP dan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) wajib masuk ke dalam terminal sesuai waktu yang disepakati bersama. Namun dadang menambahkan, selain bus yang sudah masuk ke terminal dirinya bersama Kabid Angkutan, memberikan tambahan Angkota Kota (angkot), masuk dari terminal Margonda masuk ke terminal Jatijajar, kemudian angkot dan AKAP dan AKDP dari arah Bogor dan Jakarta juga harus masuk terminal.

“Jadi, sesuasi rapat minggu lalu, disepakati tanggal 13 Maret ini pengalihan seluruh AKAP ke Terminal Jatijajar, jadi angkotpun boleh masuk karena banyak para penumpang yang mau keluar Kota di terminal Margonda, maka angkot D 06, D 05 A, D 10 A dan 17 sesuai jalur yang sudah di tentukan Dishub,” ujar Dadang, saat ditemui di ruang kerjanya, pada Senin (18/3/2019).

Dia mengatakan, pengoperasian Terminal Jatijajar berada di bawah komando Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dengan tim terpadu beranggotakan Dishub Kota Depok, Dishub Kabupaten Bogor, Polresta Depok, dan Polres Bogor.

Dadang menegaskan, setelah melewati masa transisi satu pekan, pihaknya bakal menindak bus AKAP bila ketahuan masih tidak mau masuk ke dalam terminal. Bahkan, hukumannya bisa berujung pencabutan izin operasi.

“Setelah satu minggu dari sekarang akan dilakukan penindakan hukum apabila masih ada yang tidak beralih ke (Terminal) Jatijajar. Sanksinya mulai dari teguran hingga pencabutan izin,” tuturnya. (Adi)

Continue Reading

Nasional

KPK Harus Tuntas Ungkap Kasus Jual Beli Jabatan di Kemenaq

Published

on

deblitznews.com|Pancoranmas

Tertangkapnya Ketua Umum PPP Romahurmmuziy alias Romi yang menarik perhatian publik hingga sampai saat ini, KPK mengaku mendapat banyak laporan terkait dugaan pengaturan Jabatan di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag), dugaan ini sedang didalami KPK. Namun dugaan tersebut menyeret Ketum PPP Romi menghuni rutan KPK.

“Itu yang sedang didalami oleh KPK dan laporannya sebenarnya banyak. Banyak, banyak yang lain, ada beberapa pelaporan, jadi laporan yang kami terima bukan hanya satu, banyak. Bukan cuma di Jawa Timur, di tempat lain juga ada soal jual beli jabatan,” ungkap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK, Jalan Kuningan, Jakarta Selatan (18/3/2019).

Sementara, Menteri Agama Lukman Hakim mengatakan, tidak tau dalam hal itu dan di Kementrian Agama saat ini tidak pernah ada praktek jual beli Jabatan, baik yang Eselon I maupun Eselon II bahkan sampai di Daerah Daerah pun tidak pernah ada.

“Saya sama sekali tidak tau praktek – praktek seperti itu, karena kita bekerja sesuai prosedural sesuai dengan ketentuan aturan perundang undangan yang berlaku”. Kata Lukman Hakim kepada media deblitznews.com seusai menghadiri acara Inspiring Dialogue di pondok pesantren Darul Akhyar, Parung Bingung Rangkapan Jaya, Kota Depok (17/03).

Dirinya menambahkan, sudah terlalu banyak korban yang jatuh, sudah terlalu banyak pencemaran terhadap institusi kementrian agama. Namun dirinya tetap menghimbau kepada bawahannya untuk tidak terpengaruh terhadap isu-isu yang miring kepada Institusinya tersebut.

Lukman berharap, penyimpangan – penyimpangan dan lain sebagainya, KPK bisa mengungkap kasus ini secara tuntas sehingga ini dapat menjadi pelajaran dan peringatan keras bagi seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk jangan main – main dalam persoalan ini. (Ad)

Continue Reading

Peristiwa

Jalan Garuda Dua di Tutup Warga, Jalan dan tembok Rumah Rusak Akibat Proyek Perumahan

Warga RW 07 kelurahan Pasir Putih, Sawangan Depok Menolak Keras Akses Jalan Garuda II Di Lintasi proyek Perumahan Danu Jaya Dua Residence.

Published

on

deblitznews.com|Pasir Putih.

Warga RT 01 dan RT 02 RW 07 pasir putih, kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Depok menolak keras kepada pengembang perumahan Danu Jaya Dua Residence dengan pemasangan sepanduk untuk melintas Jalan Garuda Dua.

Penolakan warga terhadap pengembang, untuk melintas di jalan tersebut karena akses menuju perumahan sangat lah sempit, dan mengganggu aktifitas warga sekitar, berdasarkan pantauan awak media di lokasi jalan tersebut, memang di temukan banyak tembok pagar warga dan pos siskamling rusak akibat tersenggol kendaraan proyek.

Hal demikian juga di sampaikan ketua RW Muchtar Midin, penutupan jalan sudah hasil kesepakatan warga yang di lintasi perumahan tersebut, sementara jalan yang ada saat ini hanya 2 meter, dan sudah di betonisasi oleh pemerintah Depok. 

“Jalan Garuda dua sangat sempit, hanya dua meter lebarnya, bagaimana kalau penghuni mempunyai kendaraan semua, mobil atau Motor, bisa kacau jalan ini,” Jelas Midin yang biasa di panggil RW Bagol kepada deblitznews.com pada Sabtu (16/3).

Meski demikian, adanya penolakan penutupan jalan dengan  pemasangan spanduk penolakan keras dan  penutupan jalan, warga setempat sepakat untuk adanya pelebaran jalan, dengan tujuan tidak terjadi kepadatan lalu lintas dan bisa di lalui dua kendaraan (cruise).

Warga mengklaim, proyek pembangunan kawasan perumahan itu nantinya akan membawa dampak buruk bagi warga. Tidak hanya jalan dan rumah yang rusak, keselamatan anak-anak di kawasan ini pun menjadi terancam akibat hilir mudik truk pengangkut matrial, saat ini.(nez)

Continue Reading

Berita Terpopuler