Connect with us

Fokus

KOOD Peduli Warga Tidak Mampu, Rumah Ibu Yati Di Rehab.

Published

on

kondisi rumah bubYati yang sudah di rehab, atas bantuan KOOD dan donatur yang membantu

deblitznews|Bedahan.

Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah kelurahan Bedahan, kecamatan Sawangan, Depok, menjadi perhatian Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) organisasi ini secara swadaya memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan parah akibat tidak mampu untuk memperbaikinya.

“Kami memperbaiki rumah warga ini karena peduli terhadap mereka, dana ini dikumpulkan dari pengurus dan anggota KOOD.” ucap Jamhurobi selaku wakil ketua saat meninjau rumah Yati yang berada di RT 02/09, Bedahan, Sawangan, Depok, pada Jumat, (11/1).

Anggaran perbaikan rumah ini, diungkapkannya, ditaksir sekitar Rp20 juta. karena kerusakan rumah meliputi bagian atap. Pemasangan keramik, plester tembok dan bagian belakang rumah vang mengalami kerusakan cukup berat.

Rumah seluas sekitar 70 meter persegi, dijelaskannya, mengalami kerusakan sejak lama, namun kepala keluarga tidak bisa memperbaikinya. Atas Iaporan dari warga akhirnya KOOD mengunjungi rumah warga tersebut dan melakukan perbaikan.

Perbaikan ini, ditambahkannya. murni dari pengurus dan anggota untuk membantu masyarakat, dan program perbaikan rumah ini akan terus dilaksanakan disejumlah Wilayah di Kota Depok, seperti di Kecamatan Tapos.

“Perlu diketahui KOOD tidak hanya fokus terhadap sejarah, seni dan budaya. termasuk juga kegiatan sosial,” tandasnya.

Di tempat vang sama, Lurah Bedahan, Sudadih, mengatakan, program kepedulian sosial perbaikan rumah yang dilakukan KOOD bukti bahwa pengurus dan anggota peduli.
Dirinya juga berterimaskasih atas perbaikan rumah yang dilakukan KOOD, karena setelah diperbaiki penghuni rumah akan merasa nyaman.

“Kami berterima kasih kepada pengurus dan nggota KOOD yang pedui terhadap warga Bedahan,”ujarnya.

di tempat terpisah, Lamin ketua bidang sosial KOOD mengatakan, sementara uang yang sudah di serahkan sebesar Rp. 5 juta, dari uang yang terkumpul sementara 8 juta dari target sebesar 20 juta.

“kami sangat berharap kepada para donatur yang mau membantu perbaikan rumah ibu Yati dengan terbuka, kami selaku pengurus KOOD nantinya akan di salurkan langsung,”ajak lamin.(nez).

Advertisement
Comments

Fokus

Sekolah Amec Perkenalkan Black Soldier Fly (BSF), Dalam Rangka Dukung Program Pemerintah

Published

on

 deblitznews.com|Pondok Petir.

 Sekolah AMEC bekerjasama dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, menggelar acara Zero Waste sosialisasi pengurangan penggunaan sampah berbahan plastik di Aula serbaguna Sekolah AMEC, Pondok Petir, Bojongsari, Kota Depok, pada Jumat (29/3)

Untuk itu ,Direktur Sekolah AMEC,Drs.H. Ma’mun Ibnu Ridwan menjelaskan, BSF ini adalah dalam rangka mendukung program pemerintah dalam pengurangan penggunaan kantong berbahan plastik, maka dalam meciptakan pengurangan sampah plastic selain  membuat Black Soldier Fly (BSF) atau ulat pemakan sampah daur ulang, pihak sekolah juga akan melarang kepada pemilik kantin untuk menjual minuman yang berkemasan botol plastik.

“acara ini selain memberikan sosialisasi stop menggunakan plastik dari berbahan plastik, juga melakukan pelantikan Satgas Zero Waste dan Usaha Kesehatan Sekolah mulai dari murid SD, SMP, dan SMK berjumlah 42 murid,”Ujarnya kepada sejumlah awak media.

Nanti  tugas dari Satgas Zero Waste ini sudah bertujuan untuk menghindari penggunaan sampah berbahan plastik dalam memberikan pengawasan kepada seluruh murid AMEC berjumlah sekitar 1.000 pelajar.

“cintai lingkungan disekeliling kita lebih dahulu, stop penggunaan sampah plastik untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Ulat ini kita sebut Black Soldier Fly (BSF) dapat memakan sampah seperti daun, sayuran, dan lainnya termasuk sampah, nantinya setelah itu dapat didaur ulang menjadi pupuk bagus untuk tumbuhan,”paparnya.

Sementara itu, Kasie Pengelolah Daur Ulang Direktorat Pengelolahan Sampah Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Tyasning Permatasari begitu mengaspirasi atas upaya yang telah dilakukan sekolah AMEC dengan peduli lingkungan sosialisasi stop penggunaan sampah berbahan plastik.

Sebanyak 15 persen sampah nasional, plastik yang sangat sulit didaur ulang dan proses peleburannya memakan waktu hingga 100 tahun sehingga dapat berdampak bagi kebersihan lingkungan,”katanya.

Tyasning menambahkan pihaknya sangat mendukung sekaligus mengapresiasi terhadap kepedulian masyarakat maupun komunitas sekolah mulai tergerak untuk cinta menjaga kebersihan lingkungan.

Tidak hanya sekolah kita mensosialisasikan tentang pengurangan penggunaan sampah berbahan plastik, di tempat lain seperti Pondok Pesantren dan enam agama lain di Indonesia juga telah kita pelopori juga,”tambahnya. (db/nez)

Continue Reading

Fokus

Sikap Komisi A Terhadap Maraknya Rumah Tumbuh Yang Tidak Berizin.

Published

on

Foto Ilustrasi. H. Moch Sakam

deblitznews.com| Pasir Putih.

Maraknya pembangunan perumahan yang di sinyalir tidak mempunya izin mendirikan bangunan (IMB) Sekretaris komisi A DPRD KOTA Depok dari fraksi Gerindra Moch Sakam terus mendesak kepada pemerintah kota Depok untuk tegas kepada pengembang perumahan yang tidak mengikuti persyaratan pembangunan.

“Pemerintah harus tegas kepada pengembang, yang belum melengkapi administrasi secara benar,”jelas H. Sakam kepada deblitznews.com saat berada di kelurahan Pasir putih pada Senin (18/3).

Dengan adanya pengembang di kota Depok baik perumahan besar atau kecil, pemerintah juga harus tegas terhadap pengembang besar yang tidak mengikuti peraturan. Pasalnya dengan tidak adanya IMB sudah jelas akan minimnya fasilitas sosial (fasos) fasilitas umum (fasum).

“minimnya fasos, fasum, didasari adanya perumahan yang tidak kantongi izin, apabila tidak di lengkapi IMB pemerintah harus menutup dan membongkar perumahan tersebut, siapapun dibelakangnya,,”jelas nya.

Secara pengawasan juga harus ketat lanjut Sakam, seperti yang sudah dilaksanakan kelurahan pasir putih melalui kasi trantib untuk mendata dan melaporkan ke pihak perizinan bagi perumahan yang tidak kantongi IMB.

“Apabila hal ini tidak di endahkan oleh pemerintah maka akan berdampak buruk bagi lingkungan dan keindahan kota Depok, “tambahnya.

Berdasarkan dampak yang lain tidak adanya fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) seperti pemakaman, akan merugikan penghuni nantinya.(nez)

Continue Reading

Fokus

Sambut HUT Kota Depok ke-20 RW 03 Bedahan Beberes

Published

on

deblitznews.com|Bedahan.

Warga Kelurahan Bedahan, Sawangan Depok mulai Beberes dengan melakukan kerja bakti guna menyambut HUT Kota Depok ke-20, yang berlangsung pada tanggal 27 April 2019.

Hal ini dilakukan warga masyarakat kelurahan Bedahan khusunya di wilayah RW 03 melakukan kerja bakti untuk menciptakan lingkungan yang indah, kegiatan ini juga di ikuti oleh 9 RT yang ada di wilayah RW 03.

Ketua RW 03 Dasuki Martaih mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kecintaannya terhadap kota Depok, dan sekaligus dijadikan momentum untuk mengajak kepada warganya agar lebih peduli terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan.

“kegiatan ini juga sekaligus mendekatkan kepada masyarakat dan yang terpenting kita bisa saling mempererat tali silaturahmi kepada warga RW 03,”cetusnya kepada deblitznews.com pada, Rabu (13/3) disela sela kerja bakti bersama warga.

Dikatakannya, dengan pesatnya pembangunan yang dibangun oleh pemerintah kota, seperti betonisasi jalan, pembuatan turap dan saluran, sehingga membuat pembangunan di wilayah Bedahan semakin diminati dan cepatnya pertumbuhan.

“Alhamdulillah, ini adalah kegiatan lanjutan yang sudah di mulai di hari Minggu yang lalu, sementara kerja bakti yang dilaksanakan saat ini tertuju kepada pemotongan rumput yang sudah tinggi, pemotongan ranting pohon dan membersihkan got,”tuturnya.

Seperti biasa ketua RW 03 akan melakukan syukuran bersama warga setempat. Kegiatan tersebut dilakukan dengan harapan Kota Depok semakin optimal dalam pelayanan kepada masyarakat. (nez)

Continue Reading

Berita Terpopuler