Connect with us

Peristiwa

Green Campbone Kumpulkan Donasi Untuk Aksi Kemanusiaan Korban Tsunami

Published

on

Aksi solidaritas kemanusiaan Green Campbone turun ke jalan untuk kumpulkan donasi korban stunami Selat Sunda dan Lampung Selatan

deblitznews|Sawangan

Green Campbone komunitas lingkungan hidup dan sosial, menggelar aksi kemanusiaan untuk penggalangan dana, bagi korban bencana alam tsunami Selat Sunda, Pandeglang Banten dan Lampung Selatan, yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam hari.

Akibat kejadian tersebut banyak memakan korban jiwa meninggal dan luka luka. Aksi solidaritas yang di mulai dari pukul 13:00 sampai dengan 17:30 WIB, untuk titik spot di bagi dua, di Jalan Raya Muchtar Sawangan dan Jalan Raya Parung Bogor.

Sementara data yang di himpun dari pusat data informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 400 lebih orang yang meninggal 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang, 16.082 orang mengungsi, serta rumah warga yang hancur akibat diterjang ombak tsunami.

Untuk itu, solidaritas komunitas Green Campbone melakukan aksi penggalangan dana untuk korban tsunami, “kami adalah anak kali merasa terpanggil dengan musibah ini,  solidaritas kali ini untuk mengumpulkan donasi korban tsunami selat Sunda dan Lampung, “beber Arief Ketua Green Campbone saat melakukan pemungutan donasi di Jl. Raya Parung Bogor, pada Rabu (26/12).

Nantinya, donasi yang sudah terkumpul akan di salurkan secara langsung kepada keluarga korban tsunami, Green Campbone menerima donasi dan pakayan layak, bisa kirim langsung ke sekretariat GC Jl .Masjid Jamie Nurul Yaqin, Kp. Kebon Rt 02/07, Cinangka, Sawangan Depok. (nez)

Advertisement
Comments

Peristiwa

Jalan Garuda Dua di Tutup Warga, Jalan dan tembok Rumah Rusak Akibat Proyek Perumahan

Warga RW 07 kelurahan Pasir Putih, Sawangan Depok Menolak Keras Akses Jalan Garuda II Di Lintasi proyek Perumahan Danu Jaya Dua Residence.

Published

on

deblitznews.com|Pasir Putih.

Warga RT 01 dan RT 02 RW 07 pasir putih, kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Depok menolak keras kepada pengembang perumahan Danu Jaya Dua Residence dengan pemasangan sepanduk untuk melintas Jalan Garuda Dua.

Penolakan warga terhadap pengembang, untuk melintas di jalan tersebut karena akses menuju perumahan sangat lah sempit, dan mengganggu aktifitas warga sekitar, berdasarkan pantauan awak media di lokasi jalan tersebut, memang di temukan banyak tembok pagar warga dan pos siskamling rusak akibat tersenggol kendaraan proyek.

Hal demikian juga di sampaikan ketua RW Muchtar Midin, penutupan jalan sudah hasil kesepakatan warga yang di lintasi perumahan tersebut, sementara jalan yang ada saat ini hanya 2 meter, dan sudah di betonisasi oleh pemerintah Depok. 

“Jalan Garuda dua sangat sempit, hanya dua meter lebarnya, bagaimana kalau penghuni mempunyai kendaraan semua, mobil atau Motor, bisa kacau jalan ini,” Jelas Midin yang biasa di panggil RW Bagol kepada deblitznews.com pada Sabtu (16/3).

Meski demikian, adanya penolakan penutupan jalan dengan  pemasangan spanduk penolakan keras dan  penutupan jalan, warga setempat sepakat untuk adanya pelebaran jalan, dengan tujuan tidak terjadi kepadatan lalu lintas dan bisa di lalui dua kendaraan (cruise).

Warga mengklaim, proyek pembangunan kawasan perumahan itu nantinya akan membawa dampak buruk bagi warga. Tidak hanya jalan dan rumah yang rusak, keselamatan anak-anak di kawasan ini pun menjadi terancam akibat hilir mudik truk pengangkut matrial, saat ini.(nez)

Continue Reading

Peristiwa

Warga Bedahan Tertimpa Runtuhan Rumah Saat Mandi.

Published

on

deblitznews.com|Bedahan.

Rumah di wilayah kelurahan Bedahan roboh hingga menimpah pemiliknya, warga RT 01/04 Bedahan, Depok, Arsali tertimpah runtuhan rumah bagian dapurnya saat berada di kamar mandi. Kejadian sekitar pukul 06:30 WIB saat sedang di kamar mandi, kondisi korban saat ini mengalami luka-luka akibat tertimpah reruntuhan rumah bagian belakang.

“Kami selaku ketua lingkungan langsung melaporkan kejadian ini ke pihak kelurahan dan LPM setempat, dengan tujuan korban bisa di tangani secara cepat,”jelas RT Baiqi kepada deblitznews.com pada Kamis (7/3).

Dikatakannya, korban tertimpah saat sedang mandi, karena dengan kondisi kesehatan mengalami stroke aga kesulitan untuk menghindar, reruntuhan rumah bagian dapurnya.
“Kondisi korban memang sedang sakit stroke, jadi kesulitan untuk menghindar,”jelas Baiqi.

Di tambahkannya, dengan kondisi seperti ini berharap kepada dinas atau pemerintah setempat untuk segera tanggap terhadap bencana yang di alami keluarga Arsali.(nez)

Continue Reading

Peristiwa

Mobil Truck Pengangkut Bata Terguling Ditanjakan Kekupu

Published

on

deblitznews|Pasir Putih.

Kecelakaan tunggal terjadi di jalan Masjid Al-Barkah kampung Kekupu RW 08 kelurahan Pasir Putih, pada Sabtu (23/2) sebuah mobil truk pengangkut bata hebel yang terguling akibat tidak sanggup menanjak, mobil dengan nopol B 3576 QA sekitar pukul 5:30 WIB.

Kecelakaan lantaran mobil tidak sanggup menanjak akibat beban barang yang terlalu banyak, sehingga saat mengalami mundur, kondisi rem tidak bekerja dengan baik, hingga pengemudi yang bernama Itan Harul (25 Thun) dan di temani satu kenek yang bernama Revi (23 tahun) harus membanting stir untuk menghindari mobil yang persis berada di belakangnya. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.

Namun, kecelakaan mengakibatkan lalu lintas di Jalan masjid Al Barkah macet total. Karena mobil yang memiliki berat 30 ton ini belum dapat dievakuasi dan muatan berupa bata hebel sebanyak 12 kubik.

“Sementara saya masih menunggu bos saya yang sedang menuju lokasi, untuk melihat kondisi sebenarnya, dan akan melakukan evakuasi untuk menghindari kemacetan yang berkepanjangan,”ujar Itan Pengemudi Truck yang terguling.

Dikatakannya, pengiriman barang yang di datangkan dari wilayah Tangerang ini akan di kirim ke toko material Rendy Jaya yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Di tempat terpisah ketua RW 08 Asmat Butun sangat berharap kepada pemilik mobil untuk segera melakukan evakuasi mobil yang terguling, pasalnya jalan tersebut di setiap akhir pekan selalu ramai, jika sampai siang di khawatirkan akan menambah kemacetan yang parah.

“segera di angkat dan evakuasi, jalan ini cukup rame kalau siang hari karena banyak mobil wisata yang akan melintas,”ujar RW Butun.(nez)

Continue Reading

Berita Terpopuler