Connect with us

Fokus

Masjid Yang Di Bangun Sejak 1998 Butuh Di Renovasi

Published

on

deblitznews|Rumpin

Masjid Al Ikhwan yang berada di wilayah RW 06 Kampung Candi Desa Kampung Sawah, Rumpin, Bogor, di bangun di atas lahan wakaf seluas 144 meter sejak tahun 1998 yang menelan biaya sebesar Rp 120 juta hasil sumbangan dari Negara Arab saat itu.

Selain sebagai tempat ibadah di komplek masjid juga dibangun yayasan Islam Ashabul Kahfi Madani. (Pendidikan-Sosial-Keagamaan) Namun Yayasan tersebut pindah ke daerah lain, dimana masjid tersebut tetap berdiri sebagai masjid Masyarakat. Meskipun papan nama yayasan masih berada didepan halaman masjid.

Sudah 20 tahun Masjid  Al Ikhwan di bangun sampai saat ini belum pernah mengalami perbaikan, sehingga banyak kondisi yang mengalami kerusakan parah.

Hal ini seperti yang di tuangkan H.Sohwani selaku ketua DKM menjelaskan,”Kami berharap mesjid Al Ikhwan, yang sangat dibutuhkan masyarakat sekitar untuk beribadah dapat dibangun kembali, Kondisinya sangat memprihatinkan, karena jamaah yang sholat sangat khawatir jika sewaktu- waktu ada bangunan yang rapuh runtuh.”pungkasnya kepada deblitznews.com saat menyambangi masjid Al Ikhwan, pada Kamis (8/11).

Selanjutnya, H. Sohwani berharap kepada pihak donatur atau pemerintah untuk segera merenovasi Masjid. Diperkirakan untuk merenovasi masjid akan menelan biaya Rp. 500 juta, selain merapihkan bangunan yang sudah mulai rapuh, pihak pengurus masjid juga ingin membangun tempat wudhu dan WC yang layak dan bersih.

“Mesjid Al Ikhlas adalah mesjid yang sangat strategis, karena berada di Jalan lintas pemda. Antara Cijambe Cigudeg sampai gunung Nyuncung Rumpin. Jadi banyak warga singgah setiap harinya buat salat. Demikian kerap pula dipakai pengajian ibu-ibu ” Kata H. Sohwani sambil menunjukkan keadaannya mesjidnya.(db/henkir)

Advertisement
Comments

Fokus

PIC Jalin Kerjasama dengan CITO Laboratorium klinik Akan pecahkan Rekor pemeriksaan Kanker Payudara dan Serviks

Published

on

debltznews|Bogor

Meski terbilang cukup muda bagi sebuah komunitas, Pajero Indonesia Club (PIC) tidak bisa diremehkan dari sisi kekeluargaan di antara anggotanya. PIC terbentuk sejak tiga tahun yang lalu. Saat ini, member PIC berjumlah 700 orang dan tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Berbagai kegiatan selalu di gelar Tak hanya berkomunitas, lanjutnya, banyak pula program-program PIC yang terselenggara di setiap turingnya.

“Kami juga memberikan santunan bagi anak yatim dan para janda di setiap wilayah. touring di Desa Tenjo, kami melaksanakan program baksos bagi anak yatim, janda, dan memberikan bantuan berupa perlatan sekolah, uang hingga perlengkapan memasak bagi para janda,” kata Presiden PIC Sidik Purnomo Agung pada wartawan di Resto Teras Dara jalan Ahmad Yani Kota Bogor (19/10).

Sidik mengatakan penyelenggaraan Kopdar bisnis dan sharing bersama Cito Laboratorium klinik merupakan kegiatan rutinitas tiga atau empat bulan sekali mengadakan pertemuan untuk saling mengisi berbagai informasi mengenai laboratorium kesehatan yang saling menguntungkan.

“Kerjasama kami dengan Cito laboratorium klinik ini akan mengadakan periksaan kanker serviks dan kanker payudara yang akan direncanakan tahun depan dengan peserta 2000 orang dalam sehari di 34 Propinsi se-Indonesia, ini akan memecahkan rekor muri yang sebelumnya sudah tercatat memecahkan relor dengan peserta 1000 orang”. Ujar Sidik.

Menurut Sidik Anggota yang merupakan pebisnis ini lebih mengedepankan kekeluargaan dan aksi kemasyarakatan. Hal utama yang harus menjadi target awal ialah kesenangan masyarakat terlebih dahulu.

Klub PIC diwajibkan untuk mempererat silaturahmi antarkeluarga, sehingga tidak ada kesenjangan. PIC mewajibkan para anggotanya untuk patuh tata tertib berlalu lintas serta mematuhi ADRT klub agar lebih terkontrol atau kondusif dalam berkomunitas.

“Keuntungan lain, ketika kita touring kita pasti punya keluarga baru dan disambut di berbagai wilayah,” pungkas Sidik.

Dalam acara kopdar tersebut, Sidik menuturkan selain pertemuan rutin juga di adakan pengukuhan Pengurus Badan Era Swadaya Terpadu (BEST PIC), hal ini merupakan salah satu Divisi PIC yang mengurusi bidang bisnis.

“Di PIC ini ada beberapa divisi misalnya yang bergerak di bidang sosial ya urusan bidang sosial, ada juga di bidang tuoring ya urusan tuoring sedangkan BEST PIC ini bergerak di bidang bisnis, jadi kami juga ada bisnisnya juga dan nantinya para anggota tidak selalu setiap ada event iuran”, tutur Sidik.

Sementara itu Satria salah satu Pemilik Resto Teras Dara, sangat mendukung dan memberikan suport yang baik aktifitas PIC dalam setiap kegiatan seperti kopdar bisnis yang di selenggarakan di tempatnya. “Selamat dan sukses atas di kukuhkannya BEST PIC, semoga kedepannya bisa saling bersinergi dengan kami di kopdar bisnis ini”, Ujar Satria. (Adi)

Continue Reading

Fokus

Kelurahan Kedaung, Bakal Punya Taman Bermain Kelurahan Layak Anak

Published

on

Ikhlas Sam, ketua RW 01 kelurahan Kedaung, Sawangan ,Depok

deblitznews|Kedaung

Kelurahan Kedaung, kecamatan Sawangan,Depok akan mempunyai taman kelurahan layak anak yang akan di bangun di lahan fasos-fasum yang di berikan oleh Pertamina dengan luas tanah 1200 m, rencana pembangunan taman bermain kelurahan berada di RT 01/01.

Ikhlas Sam selaku ketua RW 01 mengungkapkan lahan yang nantinya di bangun taman bermain kelurahan cukup lama dinanti masyarakat khususnya warga lingkungan yang berada di Rt01/01.

“sementara lahan tersebut luasnya 1200 meter, dari Pertamina, ini hasil dorongan masyarakat, karena di atas lahan tersebut banyak pasilitas yang sudah di bangun oleh masyarakat, paud, ayun ayunan dll, “ucap Ikhlas.

Lebih lanjut dikatakannya, taman kelurahan rencananya di bangun hanya 800 meter dengan menggunakan APBD kota Depok dengan nilai pagu Rp. 973.680.

“sarana ini sangat menunjang untuk taman bermain, dan bisa di jadikan kumpul warga, sarana olahraga ,dan yang penting bermanfaat bagi warga kelurahan Kedaung kecamatan sawangan”jelas Ikhlas kepada deblitznews.com saat saat berada di rumah nya pada Selasa (9/10).(di)

Continue Reading

Fokus

Sekolah Amec, Mengoptimalkan Progarm Tahfid Dalam Kegiatan Belajar Mengajar.

Published

on

Penandatangan MOU Drs.Ma’mun IR, M.Si, Direktur Sekolah AMEC H. Topikurohman Bedowi, MA, Dekan Fak Adab PTIQ Jakarta.

deblitznews|Bojongsari

Dalam rangka melakukan ihtiar (berbagai upaya) untuk peningkatan mutu pendidikan, khususnya kompetensi peserta didik dalam program Tahfid di level Sekolah Dasar, Menengah Pertama dan menengah Atas.

Sekolah AMEC (Al-Ma’mun Education Center) melakukan berbagai pendekatan untuk mengoptimalkan progarm Tahfid dalam kegaitan belajar mengajar (KBM) mulai tingkat SDIT, SMPIT dan SMK, namun, pogram tersebut dalam pelaksanaanya merasa belum optimal.

Oleh karena itu, Sekolah AMEC mengajukan diri meminta bantuan pandampingan dalam pelaksanaan program Tahfid, mulai dari penyusunan kurikulum,

Metodologi pengajaran, strategi kegiatan belajar mengajar, standarisasi kompetensi pendidik dan peserta didik, penjaminan mutu, pengalaman para hafid-Hafidhoh para pakar pendidikan Al-Quran.

Program Berstandar Sekolah AMEC pada saat ini telah menerapkan Kurikulum tahun 2013 (K-13) dan layanan kegiatan belajar mengajar akan terbagi menjadi kelas Reguler dan Kelas Tahidz.

“Kelas Reguler sebagaimana pada umumnya sesuai dengan ketentuan K-13 dengan muatan lokal Tahfidz dengan target minimal kemampuan anak mengahafal dan mengerti maknanya satu juz (juz Amma) untuk level SDIT, ditambah satu juz untuk level SMPIT dan ditambah satu juz untuk level SMA,” beber Ma’mun kepada deblitznews.com pada, Senin (1/10) di bilangan Jakarta Selatan.

Lanjut Ma’mun, sedangkan Kelas Tahfid menerapkan standar maksimal yakni 30 Juz yang akan didapatkan kemampuan peserta didik selama belajar 12 tahun mulai SD, SMP dan SMA.

Skenario Kolaboratif Model pendidikan kolaboratif ini, akan diterapkan mulai tahun pelajaran 2019-2020 dalam bentuk Kurikulum Muatan Lokal Tahfid pada level SDIT, SMPIT, SMK dan SMA AMEC.

Untuk itu, H. Ma’mun Ibnu Ridwan selaku direktur sekolah Amec menjelaskan, selama Kelas tahfidz akan dilakukan oleh dua guru. Pertama guru kelas (wali Kelas) yang akan menyiapkan administrasi kelas, penyusunan waktu kegiatan belajar mengajar, membuka dan menutup KBM, dan akan berada di kelas bersama peserta didik. Kedua Dosen atau ahli Hafid -hafidhoh memberikan materi Tahfidz, evaluasi dan test kemampuan.

“Waktu Pembelajaran Program Tahfid akan dilaksanakan setiap hari belajar, senin sampai Jumat, pada pagi hari, mulai pkl 07.00 s/d 12.00 KBM sesuai K-13 dengan diawali dan diakhiri murajaah. Pada siang atau sore, mulai shalat dzhuhur berjamaah sampai shalat Asyar bejamaah dilakukan pengayaan khusus Tahfidz oleh para Guru dan Dosen”tuturnya.

Disamping itu, Khusus untuk pesera didik yang mengikuti program boarding akan ditambah kegiatan Tahfidz pada malam hari yang akan didampingi oleh Kepala Asrama.

Standarisasi dan Lesensi Kemampuan Tahfidz Pada program kerjasama Labschool Tahfidz, setiap peserta didik akan diukur kemampuannya oleh para guru kelas, apabila sudah dianggap mumpuni maka walikelas akan merekomendasikan untuk test Tahfid oleh Dosen PTIQ.

“Apabila kemampuannya sesuai standar, maka akan diberikan Piagam atau sertifikasi Tahfidz.(ketentuan menyusul) Piagam ini menjadi bukti peserta didik dalam kategori Anak Berbakat Khusus yang bisa mengikuti beasiswa pendidikan lanjutan baik di perguruan tinggi di dalam maupun di luar negeri yang memiliki program linier dalam studi Al-Quran atau studi umum berkaitan”jelas H. Ma’mun.

Continue Reading

Berita Terpopuler