Connect with us

Berita

Taman Kelurahan Kedaung Terus Digenjot Pembangunannya

Published

on

Taman Kelurahan Kedaung, Sawangan, Depok, tahap pembangunan

deblitznews|Kedaung.

Sudah hampir 25 persen pembangunan taman kelurahan, yang berada di RT 01/01 kelurahan Kedaung, Sawangan Depok, pembangunan menggunakan anggaran APBD kota Depok di perkirakan memakan anggaran Rp.973.680,00 dengan luas 800 meter.

Sementara pembangunan terus di genjot karena paktor cuaca yang sudah memasuki musim hujan, dan di harapkan bisa selesai dengan waktu yang sudah di tetapkan.

“berharap dengan adanya taman kelurahan dapat memberikan hal yang positif bagi warga kelurahan Kedaung khusunya yang berada di RW 01,” pungkas lurah Kedaung Wahidin kepada deblitznews.com saat berada di ruang kerjanya.

Lebih lanjut dikatakannya, bukan hanya taman saja yang ada di bangun sarana olah raga juga ada seperti, joging trek, lapangan bulu tangkis, dan berbagai permainan anak anak yang di sediakan di taman kelurahan.

Disisi yang sama LPM kelurahan Kedaung, Mahmudi mengatakan selain ada taman kelurahan yang di bangun, disisi lahan tersebut juga sudah berdiri PAUD Wijaya Kusuma yang di bangun oleh swadaya masyarakat.

“berharap kepada pemerintah juga lebih memperhatikan pembangunan PAUD Wijaya Kusuma yang kondisinya saat ini butuh renovasi, karena pembangunan apa adanya, karena di bangun oleh swadaya masyarakat,”ini imbuhnya.

Untuk itu, lebih lanjut dikatakannya pembangunan PAUD sudah di ajukan melalui Musrenbang tahun 2017, namun sampai saat ini belum ada informasi kelanjutannya.

“Dengan adanya taman yang bagus dan kondisi paud kurang bagus timbulnya kurang singkron di lihat mata, untuk itu pemerintah juga segera merealisasikan pembangunan paud Wijaya Kusuma yang berdekatan dengan taman kelurahan,”harapnya.(nez)

Advertisement
Comments

Berita

Bus AKAP dan AKDP Wajib Masuk Terminal Jatijajar yang Bandel Akan di Tindak

Published

on

deblitznews.com|Kalimulya

Sejak diresmikannya pada September tahun 2018, Terminal Jatijajar di jalan Raya Bogor, Kecamatan Tapos Kota Depok, kini di mulai beroperasi sejak Rabu (13/03/2019). Hasil pemantauan Dinas Peehubungan Kota Depok, di Terminal Jatijajar, Senen (18/03/2019) sudah mulai tampak ramai bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang masuk dan keluar terminal. Dinas Perhubungan Kota Depok telah mewajibkan bus AKAP dan Bus antar Kota dalam Prov.insi (AKDP) masuk Terminal Jatijajar.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana, di dampingi Kabid Angkutan Marbudiantono menjelaskan, dengan pengoperasian seluruh bus AKAP dan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) wajib masuk ke dalam terminal sesuai waktu yang disepakati bersama. Namun dadang menambahkan, selain bus yang sudah masuk ke terminal dirinya bersama Kabid Angkutan, memberikan tambahan Angkota Kota (angkot), masuk dari terminal Margonda masuk ke terminal Jatijajar, kemudian angkot dan AKAP dan AKDP dari arah Bogor dan Jakarta juga harus masuk terminal.

“Jadi, sesuasi rapat minggu lalu, disepakati tanggal 13 Maret ini pengalihan seluruh AKAP ke Terminal Jatijajar, jadi angkotpun boleh masuk karena banyak para penumpang yang mau keluar Kota di terminal Margonda, maka angkot D 06, D 05 A, D 10 A dan 17 sesuai jalur yang sudah di tentukan Dishub,” ujar Dadang, saat ditemui di ruang kerjanya, pada Senin (18/3/2019).

Dia mengatakan, pengoperasian Terminal Jatijajar berada di bawah komando Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dengan tim terpadu beranggotakan Dishub Kota Depok, Dishub Kabupaten Bogor, Polresta Depok, dan Polres Bogor.

Dadang menegaskan, setelah melewati masa transisi satu pekan, pihaknya bakal menindak bus AKAP bila ketahuan masih tidak mau masuk ke dalam terminal. Bahkan, hukumannya bisa berujung pencabutan izin operasi.

“Setelah satu minggu dari sekarang akan dilakukan penindakan hukum apabila masih ada yang tidak beralih ke (Terminal) Jatijajar. Sanksinya mulai dari teguran hingga pencabutan izin,” tuturnya. (Adi)

Continue Reading

Nasional

KPK Harus Tuntas Ungkap Kasus Jual Beli Jabatan di Kemenaq

Published

on

deblitznews.com|Pancoranmas

Tertangkapnya Ketua Umum PPP Romahurmmuziy alias Romi yang menarik perhatian publik hingga sampai saat ini, KPK mengaku mendapat banyak laporan terkait dugaan pengaturan Jabatan di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag), dugaan ini sedang didalami KPK. Namun dugaan tersebut menyeret Ketum PPP Romi menghuni rutan KPK.

“Itu yang sedang didalami oleh KPK dan laporannya sebenarnya banyak. Banyak, banyak yang lain, ada beberapa pelaporan, jadi laporan yang kami terima bukan hanya satu, banyak. Bukan cuma di Jawa Timur, di tempat lain juga ada soal jual beli jabatan,” ungkap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK, Jalan Kuningan, Jakarta Selatan (18/3/2019).

Sementara, Menteri Agama Lukman Hakim mengatakan, tidak tau dalam hal itu dan di Kementrian Agama saat ini tidak pernah ada praktek jual beli Jabatan, baik yang Eselon I maupun Eselon II bahkan sampai di Daerah Daerah pun tidak pernah ada.

“Saya sama sekali tidak tau praktek – praktek seperti itu, karena kita bekerja sesuai prosedural sesuai dengan ketentuan aturan perundang undangan yang berlaku”. Kata Lukman Hakim kepada media deblitznews.com seusai menghadiri acara Inspiring Dialogue di pondok pesantren Darul Akhyar, Parung Bingung Rangkapan Jaya, Kota Depok (17/03).

Dirinya menambahkan, sudah terlalu banyak korban yang jatuh, sudah terlalu banyak pencemaran terhadap institusi kementrian agama. Namun dirinya tetap menghimbau kepada bawahannya untuk tidak terpengaruh terhadap isu-isu yang miring kepada Institusinya tersebut.

Lukman berharap, penyimpangan – penyimpangan dan lain sebagainya, KPK bisa mengungkap kasus ini secara tuntas sehingga ini dapat menjadi pelajaran dan peringatan keras bagi seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk jangan main – main dalam persoalan ini. (Ad)

Continue Reading

Peristiwa

Jalan Garuda Dua di Tutup Warga, Jalan dan tembok Rumah Rusak Akibat Proyek Perumahan

Warga RW 07 kelurahan Pasir Putih, Sawangan Depok Menolak Keras Akses Jalan Garuda II Di Lintasi proyek Perumahan Danu Jaya Dua Residence.

Published

on

deblitznews.com|Pasir Putih.

Warga RT 01 dan RT 02 RW 07 pasir putih, kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Depok menolak keras kepada pengembang perumahan Danu Jaya Dua Residence dengan pemasangan sepanduk untuk melintas Jalan Garuda Dua.

Penolakan warga terhadap pengembang, untuk melintas di jalan tersebut karena akses menuju perumahan sangat lah sempit, dan mengganggu aktifitas warga sekitar, berdasarkan pantauan awak media di lokasi jalan tersebut, memang di temukan banyak tembok pagar warga dan pos siskamling rusak akibat tersenggol kendaraan proyek.

Hal demikian juga di sampaikan ketua RW Muchtar Midin, penutupan jalan sudah hasil kesepakatan warga yang di lintasi perumahan tersebut, sementara jalan yang ada saat ini hanya 2 meter, dan sudah di betonisasi oleh pemerintah Depok. 

“Jalan Garuda dua sangat sempit, hanya dua meter lebarnya, bagaimana kalau penghuni mempunyai kendaraan semua, mobil atau Motor, bisa kacau jalan ini,” Jelas Midin yang biasa di panggil RW Bagol kepada deblitznews.com pada Sabtu (16/3).

Meski demikian, adanya penolakan penutupan jalan dengan  pemasangan spanduk penolakan keras dan  penutupan jalan, warga setempat sepakat untuk adanya pelebaran jalan, dengan tujuan tidak terjadi kepadatan lalu lintas dan bisa di lalui dua kendaraan (cruise).

Warga mengklaim, proyek pembangunan kawasan perumahan itu nantinya akan membawa dampak buruk bagi warga. Tidak hanya jalan dan rumah yang rusak, keselamatan anak-anak di kawasan ini pun menjadi terancam akibat hilir mudik truk pengangkut matrial, saat ini.(nez)

Continue Reading

Berita Terpopuler