Connect with us

Berita

Pemerintah Kudu Tegas, Terhadap Warga Yang Mendirikan Bangunan Di Atas Bantaran Kali

Published

on

Tampak pekerja sedang membuat turap, bangunan rumah permanen yang berdiri di atas kali Caringin dua, sawangan.

deblitznews|Sawangan.

Pembangunan turap kali Caringin dua yang berada di wilayah Sawangan Jl. Abdul Wahab kelurahan Sawangan, kecamatan Sawangan, Depok dibangun dengan anggaran APBD di perkirakan mencapai Rp.900 juta, dan ditarget September 2018 rampung.

Namun, melihat kondisi pembangunan turap sangat tidak sinkron dengan adanya tiang pondasi bangunan rumah pribadi yang berada di atas bantaran kali Caringin dua (2). Hal ini membuat pemerhati lingkungan dan kali Green Campbone, sangat menyayangkan adanya bangunan yang berdiri kokoh tanpa ada tindakan oleh pemerintah khusunya polisi pamong praja (pol PP ) tingkat kota Depok selaku pelindung perda.

“sangat disayangkan saja adanya pembangunan yang berdiri kokoh di atas bantaran kali Caringin dua di biarkan, sedangkan dibawahnya ada pembangunan turap sepanjang 34 meter dengan ketinggian 5 meter”pungkas Arief selaku ketua Green Campbone kepada deblitznews.com pada Minggu (4/11).

Lebih lanjut dikatakannya, dengan pembiaran yang dilakukan masyarakat membangun rumah atau tempat usaha di sepanjang bantaran kali, selain nantinya mempersulit penertiban, akan juga merusak kali yang ada.

“Pada intinya saya hanya menghimbau kepada satpol PP segera menertibkan bangunan liar yang ada di Sepenjang kali Caringin dua, tidak peduli siapa yang membangun, karena selain merusak pemandangan, juga merusak keaslian kali, bukan menjaga malah merusak, padahal kampungnya sendiri,”tegas nya usai melakukan aksi bersih kali Pesanggrahan.

Selain itu, Arief selaku ketua GC juga menyayangkan kepada dinas PUPR kota Depok yang terus membangun penurapan sedangkan diatasnya ada bangunan liar, yang seharusnya ada peneguran dan pembongkaran Bangli terlebih dahulu. (db/adi)

Advertisement
Comments

Berita

Kelurahan Rangkapan Jaya Baru Juara Umum Sepuluh Program PKK Tingkat Kota

Published

on

Ketua TP PKK Nurhayati bersama Kader PKK berpose bersama

deblitznews| Rangkapan Jaya Baru

Setelah melalui proses Monitoring Evaluasi (Monev) 10 Program Pokok PKK, Tim Penggerak PKK Kelurahan Rangkapan Jaya Baru kecamatan Pancoran Mas, akhirnya dinyatakan sebagai juara umum.

Untuk sepuluh program PKK juara I, Lomba Pidato juaraI, program IVA tes juara Pertama, program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dan lomba cerdas cermat juara II serta lomba pemanpaatan limbah Sampah mendapatkan juara III

Ketua TP PKK kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Nurhayati, menjelaskan, kemenangan ini berdasarkan penilaian dari TP PKK Kota Depok yang meliputi lima aspek yaitu, administrasi PKK, Penyuluhan Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR), program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), Hatinya PKK dan penyuluhan IVA tes.

“Alhamdulillah, kami sangat bangga. Ini merupakan hasil jerih payah dari seluruh kader yang bekerja secara maksimal, dan kemungkinan kita menjadi perwakilan kota untuk propinsi,” ujar Ketua TP PKK Rangkapan Jaya Baru, Pada Jumat (16/11) saat berada di kantor kelurahan.

Sementara, Lurah Rangkapan Jaya Baru, Zayadi mengatakan, kami sangat bangga dengan kemenangan ini, karena kinerja TP PKK Kelurahan  Rangkapan Jaya Baru maksimal dalam menjalankan tugasnya.

“Saya selaku lurah Rangkapan Jaya Baru mengucapkan banyak terimakasih dan apresiasi kepada TP PKK  yang sudah maksimal dalam menjalankan tugasnya sebagai kader,”ucapnya.(nez)

Continue Reading

Berita

SDN Sampay, Belajar Di Bawah Tenda Terpal

Published

on

deblitznews|Rumpin.

SDN Sampay Desa Rabak Kecamatan Rumpin, Bogor, yang berdiri sekitar tahun 1974 belum pernah ada perbaikan dan penambahan lokal untuk siswa siswi baru, hingga saat ini (2018-red) siswa sekolah tersebut mencapai 460 siswa yang belajar di SDN Sampay.

Sejak berdirinya gedung sekolah baru kali ini mendapatkan kucuran dana dari penerintah untuk merenovasi hedung dan lokal sekolah, yang di keluarkan dari anggaran APBD sekitar Rp.437 juta.

“Sementara lokal kelas yang di renovasi sebanyak tiga ruang belajar, dan nantinya bangunan akan di tingkat kan menjadi tiga lantai,”beber Halimi selaku kepala sekolah, sembari menunjuk bangunan yang sedang di renovasi.

Halimi kepala sekolah SDN Sampay.

Sementara, siswa masih menjalankan aktifitas belajar dengan normal, walau sementara belajar dan mengajar menggunakan tenda terpal di dekat halaman sekolah.

“Situasi darurat seperti ini, aktifitas belajar tetap berjalan, walau hanya menggunakan tenda terpal, dan kegiatan belajar di bagi menjadi dua shift setiap harinya”lanjut Halimi.

“Tenaga pengajar kami banyak, namun didominasi oleh guru honorer, hingga mencapai 13 orang dan seorang penjaga sekolah. Akibat jumlah banyak kami hanya bisa memberikan honor mereka sebesar 300 s/d 600 ribu. Di sini guru PNS hanya 2 orang.” Kata Hamili di ruang kantor saat guru-guru honorer beristirahat.

Kepala sekolah sangat berharap kepada pemerintah khususnya dinas pendieikan, agar bisa memperhatikan nasib guru honorer yang sudah mengabdi selama  puluhan tahun.

“saya hanya bisa berharap agar pihak pemerintah (Dinas Pendidikan-red) dapat memperhatikan nasib mereka banyak yang sudah mengabdi selama 15 sampai 24 tahun dan dapat diangkat statusnya sebagai ASN,”Harapnya.

Di tempat yang berbeda komite sekolah SDN Sampay, Hudri Wijaya menjelaskan, terkait dengan pembangunan, pihak sekolah sangat berharap pembangunan renovasi ruang kelas segera rampung, pasalnya, melihat kondisi belajar mengajar di bawah tenda sudah jelas tidak nyaman.

“Dan kalau untuk pembangunan sekolah sudah bagus, tetapi harus punya target secepatnya. Kami miris melihat siswa belajar dibawah tenda, dan ada pula yang belajar sampai diungsikan di rumah warga, bahkan sampai ditampung di gedung PAUD yang bersebelahan dengan sekolah.” Pungkas Hudri di tempat tugasnya.(db/Hengkir).

Continue Reading

Berita

Pembangunan Perumahan Di Jalan Mangga Pasput Menuai Protes

Published

on

Perumahan yang menuai masalah, jalan Mangga jadi sorotan masyarakat Pasir Putih

deblitznews|Pasir Putih.

Rencana pembangunan perumahan yang berada di Jalan Mangga RT 06/02 kelurahan Pasir Putih banyak menuai protes dari masyarakat, pasalnya, saluran air yang dibangun oleh APBD kota Depok hancur lantaran masuknya kendaraan berat pengangkut bahan material .

Di duga pembangunan perumahan juga belum mengantongi izin dari pihak pemerintah kota, lahan seluas 3000 meter berencana akan di bangun perumahan sebanyak 30 unit rumah. Pihak pengembang sudah melakukan pemasaran  melalui pemasangan sepanduk sekaligus sebagai penutup jalannya proyek perumahan.

Hal ini di ungkapkan ketua RT 06/02 Asmat Z, sementara ini, pihak pengembang baru mengundang ketua lingkungan dan warga dalam rangka selametan di lokasi pembangunan, sementara terkait izin lingkungan yang ditandatangani untuk kepentingan pembangunan belum ada konfirmasi kelanjutan sampai saat ini.

“belum ada konfirmasi dari pihak pengembang terkait izin lingkungan, sementara material sudah masuk kelahan proyek,”jelas ketua RT.

Diakui ketua RT sampai saat ini belum ada kordinasi mengenai perizinan lingkungan, paling tidak apabila ada pembangunan harus ada izin lingkungan (rt) terlebih dahulu, bukan maen bangun saja.ibarat naik pohon dari bawah dulu bukan dari atas ke bawah,”beber ketua Asmat.Z seraya menaikan tensi obrolan saat di konfirmasi pada, Selasa (14/11)

Dilanjutkannya, melihat kondisi rusaknya saluran yang dilakukan pihak pengembang, seharusnya nya dirapihkan dahulu, (betonisasi -red) kondisi saluran yang masih basah, mengalami kerusakan akibat kendaraan berat.

Namun, saat awak deblitznews.com mencoba menghubungi LPM kelurahan Pasir Putih melalui WA, tidak ada jawaban.

Ditempat terpisah,  Ahmad Rifai selaku lurah kelurahan Pasir Putih juga membenarkan terkait belum adannya izin tentang perumahan yang ada di RT 06/02.

“sampai saat ini pihak pengembang belum ada konfirmasi, namun saat itu ketua RT pernah mengundang secara lisan untuk hadir di acara syukuran dilokasi rencana pembangunan, namun saya tidak menghadiri,”beber Rifai.(nez).

Continue Reading

Berita Terpopuler