Connect with us

Berita

411, Sawangan Wacht Grup, Gelar Aksi Bela Tauhid Di Lapangan PSP Sawangan

Published

on

Iringan konvoi SWG dalam aksi bela Tauhid 411 di lapangan PSP Sawangan, Depok

deblitznews|Sawangan.

Aksi pembakaran bendera tauhid sempat viral, hal itu membuat seluruh umat Islam punya ghirah. Membela jika kalimat Allah dinistakan. Begitu pula dengan komunitas Sawangan Wacht Grup (SWG), tak bisa berdiam diri. Maka dalam waktu singkat dalam seminggu, SWG telah sepakat untuk mengadakan aksi bela Tauhid.

Hal itu disampaikan Erwin Zulfikar, selaku ketua panitia Aksi Bela Tauhid yang di gelar pada Minggu, (4/11) di lapangan PSP Sawangan Depok,  dengan memakai nama aksi bela tauhid 411. Rencana selanjutnya pawai keliling, konvoi dengan menggunakan kendaraan roda dua atau lebih.

“Saya sangat berterima kasih bagi warga yang hadir, dan terima kasih pula kepada pihak koramil yang sudah membantu kelancaran kegiatan kami. Ada pun rute konvoi sudah ditentukan, ketika kami berkomunikasi dengan pihak Polsek Sawangan, yaitu, titik star lapangan PSP, Pasar Kemiri, Sawangan Permai, dan finish di mesjid Kubah Mas Meruyung, Limo, Depok .” Kata Erwin.

Selanjutnya, acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang dipandu oleh Jamaludin. Hadir pula dalam acara tersebut, KH.Ma’mun Murod dan Ustad Syafrudin Albabani.

Sebelum konvoi, KH.Ma’mun memberikan Tausiah. Bahwa kalimat tauhid itu memang wajib kita bela. Karena tanpa kalimat Tauhid, orang tersebut belum Islam. Agama kita diinjak, kita bangkit, kita bela dengan aksi damai. Begitu salah satu butir tauziahnya.

Sekitar pukul 9.30 Wib konvoi mulai star dengan membawa bendera kalimat tauhid di sepanjang jalan warga menyambut mereka dengan yel-yel, Allahu Akbar.

“Kegiatan Aksi 411 memang berbarengan dengan acara ceramah Ustad Abdul Somad (UAS) di Kubah Mas. Maka dari itu ketika kami finish di Kubah Mas, serentak kami tidak bubar, tetapi kami meneruskannya mengikuti pengajian.” tambah Erwin. (db/henkir)

Advertisement
Comments

Hukum & Kriminal

HP, Aktivis Depok Dilaporkan Dua Pengusaha Wanita, Atas Dugaan Gelapkan Uang Ratusan Juta.

Published

on

Entin Partiwi dan Dian Dwi Kurniawati dua pengusaha di Depok saat konprensi pers, kepada sejumlah awak media kemaren.

deblitznews.com|Depok.

Seorang aktivis pemuda, HP alias Hersong dilaporkan ke polisi oleh dua orang pengusaha wanita, Entin Partiwi dan Dian Dwi Kurniawati atas dugaan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 200 juta.

Laporan ke Mapolres Kota Depok tertuang dalam surat laporan/pengaduan, bernomor STPLP/2589/K/IX/2018/Resta Depok, tertanggal Senin 26 September 2018 yang ditandatanggani Kanit I SPKT, Inspektur Pol Sumari, SH. “Sekarang prosesnya sudah gelar perkara,” kata Dian kepada sejumlah awak media di Depok, Kamis (21/3/2019).

Hersong dilaporkan karena menawarkan beragam proyek infrastruktur di Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan total nilai Rp 20 miliar. Laporan tersebut diproses karena sudah masuk unsur Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan 372 KUHP tentang Penggelapan.

“Saya yakin menuruti tawaran Hersong karena dipertemukan, dijamin dan didukung oleh seorang pejabat tinggi di DPRD Kota Depok berinisial HTA. Kami tiga kali diajak Hersong bertemu pejabat tersebut di kantornya di gedung DPRD Kota Depok, dikediamannya dan di Gedung Pertemuan LCC, Jalan Pemuda saat menyerahkan uang Rp 80 juta sebagai uang muka. Dihadapan kami pejabat tersebut juga sempat menelepon beberapa pejabat Pemkot Depok untuk minta proyek. Bagaimana kami nggak yakin,” jelas Dian geram.

Dia mengungkapkan, karena gagal mendapatkan proyek, dirinya meminta agar uang yang sudah diberikan bertahap dengan total Rp 200 juta agar dikembalikan tapi setahun menunggu tak pernah dikembalikan sepeser pun. “Hersong hanya janji-janji dan pejabat tinggi tersebut berjanji akan mengembalikan uang Rp 80 juta. Penyerahan uang ke Hersong ada buktinya, saksi-saksi dan kwitansi bermaterai. Kalau penyerahan uang ke pejabat tersebut hanya saksi-saksi dan ada percakapan di WA. Semua bukti-bukti dan saksi sudah kami serahakan ke penyidik kepolisian,” ungkapnya.

Dian berharap kasusnya ini dapat segara diselesaikan pihak kepolisan dan dilimpahkan ke kejaksaan serta disidangkan pengadilan. “Dengan kasus ini, saya tidak ingin ada jatuh lagi korban penipuan janji-janji proyek di Pemkot Depok,” harapnya.(nez)

Continue Reading

Berita

SMPN 2 Lakukan Gerakan Memilah Sampah dan Pengurangan penggunaan Plastik.

Published

on

deblitznews.com| Depok Jaya.

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Depok Jaya, Kota Depok melalui Kepala Sekolahnya melakukan gerakan memilah sampah dan pengurangan volume sampah plastik di Kota Depok. Kepala Sekolah SMP Negeri 02 Drs.Purnomo sudah menghimbau kepada siswa untuk mengharuskan siswa membawa wadah makanan, sehingga saat jajan di kantin sekolah, siswa tidak perlu lagi diberikan styrofoam atau plastik pembungkus makanan. Bahkan, Purnomo sudah menerapkan cara ini sejak dirinya masih menjabat sebagai kepala Sekolah di SMPN 05 Beji Timur, Depok.

Tidak hanya itu, pedagang di kantinpun diharuskan untuk tidak menyajikan jajanannya kepada siswa dengan menggunakan bungkus plastik atau Styrofoam.

“Semua pedagang di kantin saya kumpulkan, saya bimbing, kalau kalian dagang di sini pure, murni hanya kepentingan ekonomi, silahkan kalian dagang di pasar, di pasar saja ada aturannya apalagi di sekolah”, tegas Purnomo saat diwawancarai deblitznews.com, Senin, (18/03) di ruang kerjanya.

Lebih lanjut, Purnomo menyampaikan, setiap hari saat lakukan apel pagi dan Jum’at dirinya lakukan bimbingan dan sekaligus melakukan pembersihan di sekolahan serta di sekitar lingkungan sekolah.

“Setiap lima hari terakhir kita lakukan evaluasi, supaya di hari Senin kedepannya kita tidak melakukan kesalahan yang sama”, tandasnya.

Menariknya lagi, Purnomo juga memberikan sertifikat kejujuran kepada siswa yang menemukan barang hilang dan mau mengembalikannya.

“Siswa yang jujur menemukan uang aja saya kasih sertifikat, selama ini kan kalo ada uang yang hilang pas diumumkan ada yang mengaku dan benar kronologisnya lalu dikasihkan selesai, kalo ga ketemu paling masuk kotak amal masjid”, jelasnya.

Diceritakannya, dulu, sekolah yang juara itu satu sampai tiga, juara rangking kelas, tapi anak yang sopan santun, yang bicara lemah lembut, memakmurkan masjid, anak yang rajin ke perpustakaan anak yang meninggalkan kelas untuk shalat Dhuha itu tidak diberi penghargaan.

Intinya, Sekolah itu tidak hanya kompetensi akademis, tapi nilai – kehidupan juga diterapkan agar siswa selalu menerapkan pola hidup yang baik.
“Mutiara yang hilang, jadi yang dapat sertifikat bukan hanya siswa/siswi yang punya rengking di kelas atau juara di luar sekolah itu sudah umum, tapi yang rajin sholat, sopan santun, menemukan barang di kembalikan, itulah pembinaan karakter yang sebenarnya,” tuturnya. (adi).

Continue Reading

Berita

Bus AKAP dan AKDP Wajib Masuk Terminal Jatijajar yang Bandel Akan di Tindak

Published

on

deblitznews.com|Kalimulya

Sejak diresmikannya pada September tahun 2018, Terminal Jatijajar di jalan Raya Bogor, Kecamatan Tapos Kota Depok, kini di mulai beroperasi sejak Rabu (13/03/2019). Hasil pemantauan Dinas Peehubungan Kota Depok, di Terminal Jatijajar, Senen (18/03/2019) sudah mulai tampak ramai bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang masuk dan keluar terminal. Dinas Perhubungan Kota Depok telah mewajibkan bus AKAP dan Bus antar Kota dalam Prov.insi (AKDP) masuk Terminal Jatijajar.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana, di dampingi Kabid Angkutan Marbudiantono menjelaskan, dengan pengoperasian seluruh bus AKAP dan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) wajib masuk ke dalam terminal sesuai waktu yang disepakati bersama. Namun dadang menambahkan, selain bus yang sudah masuk ke terminal dirinya bersama Kabid Angkutan, memberikan tambahan Angkota Kota (angkot), masuk dari terminal Margonda masuk ke terminal Jatijajar, kemudian angkot dan AKAP dan AKDP dari arah Bogor dan Jakarta juga harus masuk terminal.

“Jadi, sesuasi rapat minggu lalu, disepakati tanggal 13 Maret ini pengalihan seluruh AKAP ke Terminal Jatijajar, jadi angkotpun boleh masuk karena banyak para penumpang yang mau keluar Kota di terminal Margonda, maka angkot D 06, D 05 A, D 10 A dan 17 sesuai jalur yang sudah di tentukan Dishub,” ujar Dadang, saat ditemui di ruang kerjanya, pada Senin (18/3/2019).

Dia mengatakan, pengoperasian Terminal Jatijajar berada di bawah komando Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dengan tim terpadu beranggotakan Dishub Kota Depok, Dishub Kabupaten Bogor, Polresta Depok, dan Polres Bogor.

Dadang menegaskan, setelah melewati masa transisi satu pekan, pihaknya bakal menindak bus AKAP bila ketahuan masih tidak mau masuk ke dalam terminal. Bahkan, hukumannya bisa berujung pencabutan izin operasi.

“Setelah satu minggu dari sekarang akan dilakukan penindakan hukum apabila masih ada yang tidak beralih ke (Terminal) Jatijajar. Sanksinya mulai dari teguran hingga pencabutan izin,” tuturnya. (Adi)

Continue Reading

Berita Terpopuler