Connect with us

Fokus

Kelurahan Kedaung, Bakal Punya Taman Bermain Kelurahan Layak Anak

Published

on

Ikhlas Sam, ketua RW 01 kelurahan Kedaung, Sawangan ,Depok

deblitznews|Kedaung

Kelurahan Kedaung, kecamatan Sawangan,Depok akan mempunyai taman kelurahan layak anak yang akan di bangun di lahan fasos-fasum yang di berikan oleh Pertamina dengan luas tanah 1200 m, rencana pembangunan taman bermain kelurahan berada di RT 01/01.

Ikhlas Sam selaku ketua RW 01 mengungkapkan lahan yang nantinya di bangun taman bermain kelurahan cukup lama dinanti masyarakat khususnya warga lingkungan yang berada di Rt01/01.

“sementara lahan tersebut luasnya 1200 meter, dari Pertamina, ini hasil dorongan masyarakat, karena di atas lahan tersebut banyak pasilitas yang sudah di bangun oleh masyarakat, paud, ayun ayunan dll, “ucap Ikhlas.

Lebih lanjut dikatakannya, taman kelurahan rencananya di bangun hanya 800 meter dengan menggunakan APBD kota Depok dengan nilai pagu Rp. 973.680.

“sarana ini sangat menunjang untuk taman bermain, dan bisa di jadikan kumpul warga, sarana olahraga ,dan yang penting bermanfaat bagi warga kelurahan Kedaung kecamatan sawangan”jelas Ikhlas kepada deblitznews.com saat saat berada di rumah nya pada Selasa (9/10).(di)

Advertisement
Comments

Fokus

Green Campbone, Jadilah Jawara Untuk Menjaga Kali Pesanggrahan

Published

on

deblitznews.com|Cinangka.

Dalam rangka menyambut Hari Bumi Dunia yang berlangsung pada tanggal 22 April Komunitas Green Campbone mengajak kepada seluruh komunitas pencinta lingkugan untuk mengikuti acara seminara Ngobrol Pintar ( Ngopi) di pinggir kali Pesanggrahan bersama narasumber H. Chaerudin alias Babeh Idin selaku pendiri Hutan Kota Sangga Buana, Karang Tengah, Jakarta Selatan pada Minggu (21/4)

Hari Bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan setiap tahun pada tanggal 22 April dan diperingati secara internasional. Kegiatan yang digagas oleh komuitas Green Campbone adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungan dengan tema “Mari Selamatkan Yang Tersisa dan Kembalikan Yang  Telah Hilang”.

Zendriansyah, Koordinator acara saat memberikan paparan terhadap tema kegiatan (foto:Istimewa)

Zendriansyah selaku coordinator acara menjelaskan dalam sambutannya, ini adalah bentuk kepedulian kita untuk menjaga dan melestarikan alam, karena alam bukanlah warisan nenek moyang, tapi titipan dari anak-cucu kita. Untuk itu, benar-benar harus dijaga. karena Allah tidak pernah memberikan alam ke kita, kita hanya dititipkan saja oleh Allah.

“ayu kita jaga alam kita agar terus lestari dan asri, di sini hari ini, adalah acara yang sangat luar biasa dimana  kita di hadiri oleh Baba kita untuk kita contoh agar kali pesanggrahan terus terjaga,”ajak Zen saat berikan sambutan pembuka di lokasi Hutan Percontohan Green Campbone.

Ditempat yang sama Babeh Idin selaku narasumber merasa bersukur dengan adanya komunitas lingkungan hidup, keikhlasan dalam menjaga dan merawat kali kunci utama, jangan pernah berpikir orentasinya uang, karena hal tersebut tidak akan bertahan.

Selain itu, dia (Babeh Idin-red) jadilah jawara, bukan menjadi jawara sekali pukul mati, tetapi menjadi jawara itu yang bisa bertahan hidup dengan mempertahankan kehidupannya juga.

“yang namanya jawara kudu lempeng (lurus), bisa bantu lingkungannya supaya tetap bisa hidup. Bukan yang apa-apa terus berkelahi. Apa yang gue lakuin ini sebenarnya juga dibilang sebagai bentuk protes terhadap kondisi yang ada, gue lakuin apa yang gue mau. Gak perlu menunggu bantuan-bantuan dari pemerintah atau apapun itu”

Babeh Idin saat menanam bibit pohon bambu di bantaran kali pesanggrahan.

Lebih lanjut dikatakan Babeh, Kalau kita menanam padi sudah pasti tumbuh rumput. pada intinya pesanggrahan adalah tempatnya kumpul, karena kali pesanggrahan yang paling tua di banding dengan kali yang lain, seperti Cisadane, Ciliwung, dan lain –lain.

“yang penting kita bekerja dengan ikhlas dah, kalau kita ikhlas nanti kita di doain juga sama kali pesanggrahan, ga ada tuh yang susah bagi yang merawat kali pesanggrahan, contohnya gue biar kaya gini juga, gue udah keliling dunia di undang sebagai narasumber, buset sekolah juga SD gue mah,”tutupnya sambil tertawa.(nez)

Continue Reading

Fokus

Sekolah Amec Perkenalkan Black Soldier Fly (BSF), Dalam Rangka Dukung Program Pemerintah

Published

on

 deblitznews.com|Pondok Petir.

 Sekolah AMEC bekerjasama dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, menggelar acara Zero Waste sosialisasi pengurangan penggunaan sampah berbahan plastik di Aula serbaguna Sekolah AMEC, Pondok Petir, Bojongsari, Kota Depok, pada Jumat (29/3)

Untuk itu ,Direktur Sekolah AMEC,Drs.H. Ma’mun Ibnu Ridwan menjelaskan, BSF ini adalah dalam rangka mendukung program pemerintah dalam pengurangan penggunaan kantong berbahan plastik, maka dalam meciptakan pengurangan sampah plastic selain  membuat Black Soldier Fly (BSF) atau ulat pemakan sampah daur ulang, pihak sekolah juga akan melarang kepada pemilik kantin untuk menjual minuman yang berkemasan botol plastik.

“acara ini selain memberikan sosialisasi stop menggunakan plastik dari berbahan plastik, juga melakukan pelantikan Satgas Zero Waste dan Usaha Kesehatan Sekolah mulai dari murid SD, SMP, dan SMK berjumlah 42 murid,”Ujarnya kepada sejumlah awak media.

Nanti  tugas dari Satgas Zero Waste ini sudah bertujuan untuk menghindari penggunaan sampah berbahan plastik dalam memberikan pengawasan kepada seluruh murid AMEC berjumlah sekitar 1.000 pelajar.

“cintai lingkungan disekeliling kita lebih dahulu, stop penggunaan sampah plastik untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Ulat ini kita sebut Black Soldier Fly (BSF) dapat memakan sampah seperti daun, sayuran, dan lainnya termasuk sampah, nantinya setelah itu dapat didaur ulang menjadi pupuk bagus untuk tumbuhan,”paparnya.

Sementara itu, Kasie Pengelolah Daur Ulang Direktorat Pengelolahan Sampah Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Tyasning Permatasari begitu mengaspirasi atas upaya yang telah dilakukan sekolah AMEC dengan peduli lingkungan sosialisasi stop penggunaan sampah berbahan plastik.

Sebanyak 15 persen sampah nasional, plastik yang sangat sulit didaur ulang dan proses peleburannya memakan waktu hingga 100 tahun sehingga dapat berdampak bagi kebersihan lingkungan,”katanya.

Tyasning menambahkan pihaknya sangat mendukung sekaligus mengapresiasi terhadap kepedulian masyarakat maupun komunitas sekolah mulai tergerak untuk cinta menjaga kebersihan lingkungan.

Tidak hanya sekolah kita mensosialisasikan tentang pengurangan penggunaan sampah berbahan plastik, di tempat lain seperti Pondok Pesantren dan enam agama lain di Indonesia juga telah kita pelopori juga,”tambahnya. (db/nez)

Continue Reading

Fokus

Sikap Komisi A Terhadap Maraknya Rumah Tumbuh Yang Tidak Berizin.

Published

on

Foto Ilustrasi. H. Moch Sakam

deblitznews.com| Pasir Putih.

Maraknya pembangunan perumahan yang di sinyalir tidak mempunya izin mendirikan bangunan (IMB) Sekretaris komisi A DPRD KOTA Depok dari fraksi Gerindra Moch Sakam terus mendesak kepada pemerintah kota Depok untuk tegas kepada pengembang perumahan yang tidak mengikuti persyaratan pembangunan.

“Pemerintah harus tegas kepada pengembang, yang belum melengkapi administrasi secara benar,”jelas H. Sakam kepada deblitznews.com saat berada di kelurahan Pasir putih pada Senin (18/3).

Dengan adanya pengembang di kota Depok baik perumahan besar atau kecil, pemerintah juga harus tegas terhadap pengembang besar yang tidak mengikuti peraturan. Pasalnya dengan tidak adanya IMB sudah jelas akan minimnya fasilitas sosial (fasos) fasilitas umum (fasum).

“minimnya fasos, fasum, didasari adanya perumahan yang tidak kantongi izin, apabila tidak di lengkapi IMB pemerintah harus menutup dan membongkar perumahan tersebut, siapapun dibelakangnya,,”jelas nya.

Secara pengawasan juga harus ketat lanjut Sakam, seperti yang sudah dilaksanakan kelurahan pasir putih melalui kasi trantib untuk mendata dan melaporkan ke pihak perizinan bagi perumahan yang tidak kantongi IMB.

“Apabila hal ini tidak di endahkan oleh pemerintah maka akan berdampak buruk bagi lingkungan dan keindahan kota Depok, “tambahnya.

Berdasarkan dampak yang lain tidak adanya fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) seperti pemakaman, akan merugikan penghuni nantinya.(nez)

Continue Reading

Berita Terpopuler