Connect with us

Fokus

Sekolah Amec, Mengoptimalkan Progarm Tahfid Dalam Kegiatan Belajar Mengajar.

Published

on

Penandatangan MOU Drs.Ma’mun IR, M.Si, Direktur Sekolah AMEC H. Topikurohman Bedowi, MA, Dekan Fak Adab PTIQ Jakarta.

deblitznews|Bojongsari

Dalam rangka melakukan ihtiar (berbagai upaya) untuk peningkatan mutu pendidikan, khususnya kompetensi peserta didik dalam program Tahfid di level Sekolah Dasar, Menengah Pertama dan menengah Atas.

Sekolah AMEC (Al-Ma’mun Education Center) melakukan berbagai pendekatan untuk mengoptimalkan progarm Tahfid dalam kegaitan belajar mengajar (KBM) mulai tingkat SDIT, SMPIT dan SMK, namun, pogram tersebut dalam pelaksanaanya merasa belum optimal.

Oleh karena itu, Sekolah AMEC mengajukan diri meminta bantuan pandampingan dalam pelaksanaan program Tahfid, mulai dari penyusunan kurikulum,

Metodologi pengajaran, strategi kegiatan belajar mengajar, standarisasi kompetensi pendidik dan peserta didik, penjaminan mutu, pengalaman para hafid-Hafidhoh para pakar pendidikan Al-Quran.

Program Berstandar Sekolah AMEC pada saat ini telah menerapkan Kurikulum tahun 2013 (K-13) dan layanan kegiatan belajar mengajar akan terbagi menjadi kelas Reguler dan Kelas Tahidz.

“Kelas Reguler sebagaimana pada umumnya sesuai dengan ketentuan K-13 dengan muatan lokal Tahfidz dengan target minimal kemampuan anak mengahafal dan mengerti maknanya satu juz (juz Amma) untuk level SDIT, ditambah satu juz untuk level SMPIT dan ditambah satu juz untuk level SMA,” beber Ma’mun kepada deblitznews.com pada, Senin (1/10) di bilangan Jakarta Selatan.

Lanjut Ma’mun, sedangkan Kelas Tahfid menerapkan standar maksimal yakni 30 Juz yang akan didapatkan kemampuan peserta didik selama belajar 12 tahun mulai SD, SMP dan SMA.

Skenario Kolaboratif Model pendidikan kolaboratif ini, akan diterapkan mulai tahun pelajaran 2019-2020 dalam bentuk Kurikulum Muatan Lokal Tahfid pada level SDIT, SMPIT, SMK dan SMA AMEC.

Untuk itu, H. Ma’mun Ibnu Ridwan selaku direktur sekolah Amec menjelaskan, selama Kelas tahfidz akan dilakukan oleh dua guru. Pertama guru kelas (wali Kelas) yang akan menyiapkan administrasi kelas, penyusunan waktu kegiatan belajar mengajar, membuka dan menutup KBM, dan akan berada di kelas bersama peserta didik. Kedua Dosen atau ahli Hafid -hafidhoh memberikan materi Tahfidz, evaluasi dan test kemampuan.

“Waktu Pembelajaran Program Tahfid akan dilaksanakan setiap hari belajar, senin sampai Jumat, pada pagi hari, mulai pkl 07.00 s/d 12.00 KBM sesuai K-13 dengan diawali dan diakhiri murajaah. Pada siang atau sore, mulai shalat dzhuhur berjamaah sampai shalat Asyar bejamaah dilakukan pengayaan khusus Tahfidz oleh para Guru dan Dosen”tuturnya.

Disamping itu, Khusus untuk pesera didik yang mengikuti program boarding akan ditambah kegiatan Tahfidz pada malam hari yang akan didampingi oleh Kepala Asrama.

Standarisasi dan Lesensi Kemampuan Tahfidz Pada program kerjasama Labschool Tahfidz, setiap peserta didik akan diukur kemampuannya oleh para guru kelas, apabila sudah dianggap mumpuni maka walikelas akan merekomendasikan untuk test Tahfid oleh Dosen PTIQ.

“Apabila kemampuannya sesuai standar, maka akan diberikan Piagam atau sertifikasi Tahfidz.(ketentuan menyusul) Piagam ini menjadi bukti peserta didik dalam kategori Anak Berbakat Khusus yang bisa mengikuti beasiswa pendidikan lanjutan baik di perguruan tinggi di dalam maupun di luar negeri yang memiliki program linier dalam studi Al-Quran atau studi umum berkaitan”jelas H. Ma’mun.

Advertisement
Comments

Fokus

KOOD Peduli Warga Tidak Mampu, Rumah Ibu Yati Di Rehab.

Published

on

kondisi rumah bubYati yang sudah di rehab, atas bantuan KOOD dan donatur yang membantu

deblitznews|Bedahan.

Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah kelurahan Bedahan, kecamatan Sawangan, Depok, menjadi perhatian Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) organisasi ini secara swadaya memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan parah akibat tidak mampu untuk memperbaikinya.

“Kami memperbaiki rumah warga ini karena peduli terhadap mereka, dana ini dikumpulkan dari pengurus dan anggota KOOD.” ucap Jamhurobi selaku wakil ketua saat meninjau rumah Yati yang berada di RT 02/09, Bedahan, Sawangan, Depok, pada Jumat, (11/1).

Anggaran perbaikan rumah ini, diungkapkannya, ditaksir sekitar Rp20 juta. karena kerusakan rumah meliputi bagian atap. Pemasangan keramik, plester tembok dan bagian belakang rumah vang mengalami kerusakan cukup berat.

Rumah seluas sekitar 70 meter persegi, dijelaskannya, mengalami kerusakan sejak lama, namun kepala keluarga tidak bisa memperbaikinya. Atas Iaporan dari warga akhirnya KOOD mengunjungi rumah warga tersebut dan melakukan perbaikan.

Perbaikan ini, ditambahkannya. murni dari pengurus dan anggota untuk membantu masyarakat, dan program perbaikan rumah ini akan terus dilaksanakan disejumlah Wilayah di Kota Depok, seperti di Kecamatan Tapos.

“Perlu diketahui KOOD tidak hanya fokus terhadap sejarah, seni dan budaya. termasuk juga kegiatan sosial,” tandasnya.

Di tempat vang sama, Lurah Bedahan, Sudadih, mengatakan, program kepedulian sosial perbaikan rumah yang dilakukan KOOD bukti bahwa pengurus dan anggota peduli.
Dirinya juga berterimaskasih atas perbaikan rumah yang dilakukan KOOD, karena setelah diperbaiki penghuni rumah akan merasa nyaman.

“Kami berterima kasih kepada pengurus dan nggota KOOD yang pedui terhadap warga Bedahan,”ujarnya.

di tempat terpisah, Lamin ketua bidang sosial KOOD mengatakan, sementara uang yang sudah di serahkan sebesar Rp. 5 juta, dari uang yang terkumpul sementara 8 juta dari target sebesar 20 juta.

“kami sangat berharap kepada para donatur yang mau membantu perbaikan rumah ibu Yati dengan terbuka, kami selaku pengurus KOOD nantinya akan di salurkan langsung,”ajak lamin.(nez).

Continue Reading

Fokus

Kelurahan Pasir Putih Dan NU, Ajak Malam Tahun Baru Di Isi Dengan Dzikir Dan Istighosah.

Published

on

Lurah Ahmad Rifai bersama Ustadz Asmat Saefudin ketua ranting NU Pasir Putih.

deblitznews|Pasir Putih.

Berdasarkan hasil musyawarah pemerintah Kelurahan Pasir Putih serta Pengurus ranting Nahdlatul Ulama (NU) Karang Taruna serta pengurus DKM Kelurahan Pasir Putih yang bertempat di Masjid al-Mujahidin Kampung Kekupu RT002/007 tentang penyelenggaraan Istighosah dan dzikir pada malam pergantian tahun baru 2019.

Acara yang dilaksanakan dari pukul 19:30 wib sampai dengan selesai, di halaman kantor kelurahan, acara yang akan juga di ikuti, ketua RT, RW, tokoh agama tokoh masyarakat dan warga Kelurahan Pasir Putih pada Selasa (31/12) malam.

Hadir pula sebagai pengisi acara, Ustadz Asmat Syaefudin dan Ustadz Murodi, K.H .Muproil.

Dengan adanya acara seperti ini lurah kelurahan Pasir Putih Ahmad Rifai mengajak kepada semua unsur masyarakat untuk lebih memanfaatkan malam pergantian tahun 2019 dengan mengisi hal yang lebih positif.

“melihat kondisi sodara kita di Tanjung lesung, Banten dan Lampung Selatan sedang berduka akibat di terjang gelombang tsunami,”beber Ahmad Rifai kepada deblitznews.com.

Untuk itu, lurah mengajak kepada warga masyarakat sesuai dengan himbauan walikota Depok, untuk bisa mengisi malam pergantian tahun 2019 dengan berdzikir dan istighosah.

“di malam tahun baru biasanya identik dengan hal-hal yang mudharat maka mari kita gantikan malam tersebut dengan hal hal yang baik, “ajak Rifai.(nez).

Continue Reading

Fokus

Beli Durian Mahal Mampuh, Buang Kulitnya Maunya Gratis, Mikir

Published

on

Green Campbone, aksi bersih angkat sampah di kali Pesanggrahan..

deblitznews|Cinangka.

Sekumpulan anak muda yang tiada henti hentinya memberikan contoh kepada masyarakat, untuk tidak membuang sampah sembarangan, menegur tanpa harus berbuat untuk lingkungan bersih, sungai bersih, bantaran kali bersih sama saja mengukir di air.

Hal ini seperti yang di jelaskan koordinator konservasi Green Campbone Zendriansyah saat berada di kawasan Hutan Percontohan Green Campbone pada Minggu (2/12) sore, menurutnya teguran melalui spanduk stop membuang sampah sudah tidak berfungsi dan kurang efektif .

 

“banyak spanduk yang bertuliskan “Di larang membuang sampah di sini” namun malah sebaliknya spanduknya malah ilang, bahkan ada juga spanduk yang sengaja dengan kata kata kasar, ga ada tuh yang peduli dengan kata kata tersebut, “beli duren mahal sanggup, masa buat bayar sampahnya ogah, mikir,”ucapnya.

Untuk itu, disini (Green Campbone-red) bukan menegur tapi mengajak kepada manusia, bahwa kita butuh alam dan lingkungan sehat, karena alam adalah titipan untuk anak cucu.

Di tempat yang sama, Serda Diyantoro selaku Babinsa kelurahan Cinangka sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan pemuda pencinta lingkungan Green Campbone, dari aksi bersih mengangkat sampah dari kali, hingga menanam dan merawat pohon disetiap bantaran kali.

“saya cukup bangga dengan kegiatan yang dilakukan anak anak Green Campbone, dengan yel yel penyemangat #kerehore, setiap menjalankan aksinya, Sama seperti saat saya membantu untuk mengangkat sampah dari kali,”ucapnya.

Selain itu, kedatangan Babinsa Serda Diyantoro, sekaligus menginformasikan untuk aksi penanaman pohon oleh Koramil di wilayah Hutan Percontohan Green Campbone, yang akan di laksanakan pada Senin (3/12).(nez)

Continue Reading

Berita Terpopuler