Connect with us

Berita

Puluhan PKL Di Bawah Play Over Arif Rahman Hakim Dibongkar

Published

on

deblitznews|Depok

Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di bawah play over jalan Arif Rahman Hakim di gusur oleh petugas Satpol PP Kota Depok dan para petugas gabungan dari TNI dan Polri Kota Depok, karena PKL tersebut berdagang di badan jalan dan trotoar jalan, sehingga arus lalu lintas pintu keluar angkot macet total.

Kasatpol PP Kota Depok Yayan Arinanto mengatakan, operasi penggusuran PKL di flay over ini sudah menjadi program dan keberadaannya sangat mengganggu lalu lintas angkot untuk pintu keluar di sejajar rel kereta api. Hal ini juga di lakukan penggusuran bertepatan dengan rencana pembangunan terminal terpadu yang saat ini dalam persiapan pembangunan.

“Dengan ditertibkannya pedagang terebut di harapkan dapat memperlancar sarana transportasi, maka para pedagang kaki lima ini kami tertibkan hingga didepan dan sampai pipa Pertamina”, kata Yayan ketika di temui awak media di lokasi penggusuran, 30-Juli-2018.

Yayan menambahkan, dari puluhan PKL yang di gusur sebelumnya sudah melalui surat peringatan sebanyak tiga kali, namun sampai hari minggu 20-Juli-2018 para pedagang tidak memindahkan dengan terpaksa harus di lakukan penggusuran.

“Kami sudah lakukan sesuai prosedur dengan peringatan dan himbauan, seharusnya minggu kemarin mereka sudah harus piNah,” ungkap Yayan.

Dengan kembalinya fungsi jalan ini yang terhambat oleh pedagang kaki lima maka tentunya akan lebih nyaman, asri dengan dibangunnya taman, untuk pedagang berjualannya harus masuk kedalam pasar tidak mengganggu arus lalu lintas, kita tata sedemikian rupa ” ungkap Yayan.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana menyampaikan, dalam penertiban PKL itu di lakukan, karena terminal terpadu sedang dalam tahap pembangunan sehingga seluruh arus kendaraan harus di alihkan untuk tidak mengganggu rencana pembangunan terminal.

“Alhamdulillah kami bekerjasama dengan pihak PJKA mendapatkan tempat di depan stasiun baru, jadi seluruh kendaraan angkot bisa ngetem dan mengambil penumpang dengan pintu keluar arah pasar kemiri,” tutur Dadang.

Dengan kerjasama dengan instansi/dinas terkait untuk menata, membangun Kota Depok menuju Unggul, Nyaman, Religius akan semakin lebih baik ke depannya dan hal ini akan memperlancar arus lalu lintas di depan stasiun Depok Baru menuju pintu keluar pasar semakin lancar.

Untuk itu Kepala Bidang Tranmastibum Kusumo menegaskan, ini dalam rangka penertiban pedagang kaki lima untuk mengembalikan fungsi jalan, trotoar.
“Dengan dukungan RT dan RW yang tadinya lingkungan kumuh menjadi indah karena nanti akan di bangun taman,” papar Kusumo.

“Kami sudah memberikan surat peringatan dalam waktu 3×24 jam untuk bongkar sendiri, dan alhamdulillah pembongkaran ini berjalan dengan lancar karena saling menyadari dan untuk puing puing ini kita bantu pembuangannya di TPA Cipayung, dan satu hal lagi personal satpol PP berkekuatan 50 Personal dengan didukung armada truck dan doozer dan yang diteriban sekitar 100 unit bangunan/lapak liar ” imbuh Kusumo

Muttaqin, dari perwakilan PT. Andhika mentuturkan, Pemerintah Depok Kota sangat dengan rencana pembangunan terminal terpadu sebagaimana di ketahui bahwa saat PT.Andika yang berikan kepercayaan selalu ingin memberikan yang terbaik untuk Kota Depok yang Unggul, Nyaman ,ReliGus.
“dengan adanya peneriban ini maka fungsi trotoar akan kembali berfungsi, angkot lancar pejalan kaki juga nyaman, dan nantinya akan dibuatkan taman akan lebih nyaman, asri dan tidak berkesan kumuh serta memperlancar arus angkutan dari terminal sementara tutur Muttaqin.

Sementara itu Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ) kota Depok menerjunkan 130 personil baik dari Dishub, Polisi Militer, Kodim 0508 dan Koramil, Polresta, polsek Depok, dari perwakilan PT. Andhika.(Adi)

Advertisement
Comments

Berita

Bus AKAP dan AKDP Wajib Masuk Terminal Jatijajar yang Bandel Akan di Tindak

Published

on

deblitznews.com|Kalimulya

Sejak diresmikannya pada September tahun 2018, Terminal Jatijajar di jalan Raya Bogor, Kecamatan Tapos Kota Depok, kini di mulai beroperasi sejak Rabu (13/03/2019). Hasil pemantauan Dinas Peehubungan Kota Depok, di Terminal Jatijajar, Senen (18/03/2019) sudah mulai tampak ramai bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang masuk dan keluar terminal. Dinas Perhubungan Kota Depok telah mewajibkan bus AKAP dan Bus antar Kota dalam Prov.insi (AKDP) masuk Terminal Jatijajar.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana, di dampingi Kabid Angkutan Marbudiantono menjelaskan, dengan pengoperasian seluruh bus AKAP dan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) wajib masuk ke dalam terminal sesuai waktu yang disepakati bersama. Namun dadang menambahkan, selain bus yang sudah masuk ke terminal dirinya bersama Kabid Angkutan, memberikan tambahan Angkota Kota (angkot), masuk dari terminal Margonda masuk ke terminal Jatijajar, kemudian angkot dan AKAP dan AKDP dari arah Bogor dan Jakarta juga harus masuk terminal.

“Jadi, sesuasi rapat minggu lalu, disepakati tanggal 13 Maret ini pengalihan seluruh AKAP ke Terminal Jatijajar, jadi angkotpun boleh masuk karena banyak para penumpang yang mau keluar Kota di terminal Margonda, maka angkot D 06, D 05 A, D 10 A dan 17 sesuai jalur yang sudah di tentukan Dishub,” ujar Dadang, saat ditemui di ruang kerjanya, pada Senin (18/3/2019).

Dia mengatakan, pengoperasian Terminal Jatijajar berada di bawah komando Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dengan tim terpadu beranggotakan Dishub Kota Depok, Dishub Kabupaten Bogor, Polresta Depok, dan Polres Bogor.

Dadang menegaskan, setelah melewati masa transisi satu pekan, pihaknya bakal menindak bus AKAP bila ketahuan masih tidak mau masuk ke dalam terminal. Bahkan, hukumannya bisa berujung pencabutan izin operasi.

“Setelah satu minggu dari sekarang akan dilakukan penindakan hukum apabila masih ada yang tidak beralih ke (Terminal) Jatijajar. Sanksinya mulai dari teguran hingga pencabutan izin,” tuturnya. (Adi)

Continue Reading

Nasional

KPK Harus Tuntas Ungkap Kasus Jual Beli Jabatan di Kemenaq

Published

on

deblitznews.com|Pancoranmas

Tertangkapnya Ketua Umum PPP Romahurmmuziy alias Romi yang menarik perhatian publik hingga sampai saat ini, KPK mengaku mendapat banyak laporan terkait dugaan pengaturan Jabatan di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag), dugaan ini sedang didalami KPK. Namun dugaan tersebut menyeret Ketum PPP Romi menghuni rutan KPK.

“Itu yang sedang didalami oleh KPK dan laporannya sebenarnya banyak. Banyak, banyak yang lain, ada beberapa pelaporan, jadi laporan yang kami terima bukan hanya satu, banyak. Bukan cuma di Jawa Timur, di tempat lain juga ada soal jual beli jabatan,” ungkap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK, Jalan Kuningan, Jakarta Selatan (18/3/2019).

Sementara, Menteri Agama Lukman Hakim mengatakan, tidak tau dalam hal itu dan di Kementrian Agama saat ini tidak pernah ada praktek jual beli Jabatan, baik yang Eselon I maupun Eselon II bahkan sampai di Daerah Daerah pun tidak pernah ada.

“Saya sama sekali tidak tau praktek – praktek seperti itu, karena kita bekerja sesuai prosedural sesuai dengan ketentuan aturan perundang undangan yang berlaku”. Kata Lukman Hakim kepada media deblitznews.com seusai menghadiri acara Inspiring Dialogue di pondok pesantren Darul Akhyar, Parung Bingung Rangkapan Jaya, Kota Depok (17/03).

Dirinya menambahkan, sudah terlalu banyak korban yang jatuh, sudah terlalu banyak pencemaran terhadap institusi kementrian agama. Namun dirinya tetap menghimbau kepada bawahannya untuk tidak terpengaruh terhadap isu-isu yang miring kepada Institusinya tersebut.

Lukman berharap, penyimpangan – penyimpangan dan lain sebagainya, KPK bisa mengungkap kasus ini secara tuntas sehingga ini dapat menjadi pelajaran dan peringatan keras bagi seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk jangan main – main dalam persoalan ini. (Ad)

Continue Reading

Peristiwa

Jalan Garuda Dua di Tutup Warga, Jalan dan tembok Rumah Rusak Akibat Proyek Perumahan

Warga RW 07 kelurahan Pasir Putih, Sawangan Depok Menolak Keras Akses Jalan Garuda II Di Lintasi proyek Perumahan Danu Jaya Dua Residence.

Published

on

deblitznews.com|Pasir Putih.

Warga RT 01 dan RT 02 RW 07 pasir putih, kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Depok menolak keras kepada pengembang perumahan Danu Jaya Dua Residence dengan pemasangan sepanduk untuk melintas Jalan Garuda Dua.

Penolakan warga terhadap pengembang, untuk melintas di jalan tersebut karena akses menuju perumahan sangat lah sempit, dan mengganggu aktifitas warga sekitar, berdasarkan pantauan awak media di lokasi jalan tersebut, memang di temukan banyak tembok pagar warga dan pos siskamling rusak akibat tersenggol kendaraan proyek.

Hal demikian juga di sampaikan ketua RW Muchtar Midin, penutupan jalan sudah hasil kesepakatan warga yang di lintasi perumahan tersebut, sementara jalan yang ada saat ini hanya 2 meter, dan sudah di betonisasi oleh pemerintah Depok. 

“Jalan Garuda dua sangat sempit, hanya dua meter lebarnya, bagaimana kalau penghuni mempunyai kendaraan semua, mobil atau Motor, bisa kacau jalan ini,” Jelas Midin yang biasa di panggil RW Bagol kepada deblitznews.com pada Sabtu (16/3).

Meski demikian, adanya penolakan penutupan jalan dengan  pemasangan spanduk penolakan keras dan  penutupan jalan, warga setempat sepakat untuk adanya pelebaran jalan, dengan tujuan tidak terjadi kepadatan lalu lintas dan bisa di lalui dua kendaraan (cruise).

Warga mengklaim, proyek pembangunan kawasan perumahan itu nantinya akan membawa dampak buruk bagi warga. Tidak hanya jalan dan rumah yang rusak, keselamatan anak-anak di kawasan ini pun menjadi terancam akibat hilir mudik truk pengangkut matrial, saat ini.(nez)

Continue Reading

Berita Terpopuler