Connect with us

Fokus

Qilay Property Target 2019 Bangun Sekolah Formal, Informal dan Nonformal

Published

on

deblitznews|Depok.

Peduli masa depan anak yatim piatu dan anak-anak yang kurang mampu dalam sisi ekonomi, seorang Pengusaha Property berencana membangun gedung sekolah. Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, sesuai dengan UU 1945.

Bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, namun dalam kenyataan nya kita masih menemukan anak-anak yang terlantar akibat tidak mendapatkan fasilitas pendidikan, terutama kepada anak yatim.

Dari persoalan inilah H. Sarifudin selaku pengusaha property yang ada di kota Depok merasa tergugah untuk memberikan fasilitas sekolah yang baik dan layak untuk anak-anak yatim.

“jadi siswa yang akan bersekolah dan berstatus yatim piatu miskin akan mendapatkan beasiswa penuh, dari mulai biaya SPP , dan mendapatkan fasilitas pengajaran bahasa Inggris, bahasa Arab dan komputerisasi”jelas Sarifudin yang akrab di sapa RW Qilay.

“kalau mereka menguasai keterampilan bahasa dan keahlian yang lain, minimal untuk bekerja sudah ada bekal, saya ingin anak-anak yatim tidak putus harapan,”ujarnya.

Melihat banyaknya anak yatim piatu tidak mampu secara finansil. Menurutnya, untuk siswa yatim piatu yang notabene kurang mampu merupakan sebuah wujud kepedulian Qilay Properti Group untuk membangun sekolah dari tingkat SD, SMP, dan SMA.

“Pendidikan ini akan dapat membantu mereka, dimana era teknologi seperti saat ini. semua persaingan tidak melihat siapa dan apa latar belakang kita,”tambah RW Qilay kepada deblitznews.comsaat berada di ruang kerjanya di bilangan kelurahan Cipayung pada, Sabtu (7/7).

Rencana pembangunan sekolah yang akan di bangun di kawasan kota Depok ini akan di target tahun 2019. Ini adalah wujud kepedulian Qilay Property Group untuk ikut mencerdaskan anak bangsa, terutama kepada anak anak yatim.

“kalau bukan kita siapa lagi yang akan menghapus ketidak mampuannya anak yatim, pada intinya kami selaku pengusaha, bagaimana untuk berbuat banyak bagi masyarakat “tegasnya.

Qilay Property group mempunyai program rutin setiap dua Minggu sekali untuk memberi santunan, kepada anak yatim.(db/ogel)

Advertisement
Comments

Fokus

Pemkot Depok Bantu Siswa Miskin Sekolah Gratis di Swasta

Published

on

deblitznews|Depok.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pendidikan (Disdik) akan membantu membiayai siswa miskin untuk mendapat pendidikan di sekolah swasta melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Sebab, para siswa miskin yang tidak tertampung di sekolah negeri melampaui kuota penerimaannya. Seperti, pada semester I tahun ajaran 2018/2019, dana BOS APBD yang diberikan ke 160 SMP swasta akan dialokasikan untuk kebutuhan siswa miskin, sehingga mereka tidak dibebankan biaya atau gratis di sekolah swasta tersebut,” ujar Kepala Disdik Kota Depok, Thamrin di Balaikota.

Dia menjelaskan, bahwa untuk jumlah dana BOS APBD yang dialokasikan untuk siswa miskin di sekolah swasta sebesar Rp 3 juta per siswa setiap tahun. Dana tersebut akan ditransfer ke sekolah setiap semester sebesar Rp 1,5 juta.

“Jadi, untuk pencairannya menunggu APBD Perubahan Kota Depok. Kemudian, bagi sekolah swasta yang tidak menerima siswa miskin, maka sekolah tersebut tidak mendapatkan dana BOS APBD dan bantuan Kesejahteraam Rakyat (Kesra) untuk guru swasta,” jelas Thamrin.

Thamrin mengingatkan, bahwa dengan daya tampung dan jumlah sekolah negeri yang terbatas,  Disdik pun menentukan kuota penerimaan siswa miskin hanya sebesar 20 persen. Sedangkan, untuk jumlah sekolah negeri yang ada di Depok ada 272 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 26 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).

“Artinya, ini bukan penolakan oleh sekolah negeri terhadap siswa miskin, tetapi karena daya tampung yang terbatas, sehingga kami membatasi penerimaan siswa miskin sebesar 20 persen di setiap sekolah negeri. Misalnya, daya tampungnya 300 siswa maka siswa miskin yang diterima hanya 60 siswa. Sementara yang mendaftar sekitar 200 siswa miskin di sekolah negeri,” imbuh mantan Sekertaris DPRD Depok itu.(db/chyu)

Continue Reading

Fokus

Pemerintah Kota Depok Fokus Tanggulangi Sampah

Published

on

Kepala DLHK Kota Depok, Etty Suryahati,

deblitznews|Depok

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, terus berusaha semaksimal mungkin untuk menanggulangi permasalahan sampah. Jadi dengan upaya maksimal yang dilakukan tersebut agar bisa menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

“Sementara pihaknya sudah mempunyai sebanyak 32 Unit Pengolah Sampah (UPS) yang bisa dioptimalkan. Artinya, dengan adanya UPS ini yang akan bekerja untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos maupun cair, serta mengolah sampah plastik untuk dijadikan barang bernilai ekonomis,” terang Kepala DLHK Kota Depok, Etty Suryahati, Senin (9/7), di Balaikota.

Dia menjelaskan, sedangķan untuk mencegah adanya pembuang sampah liar, pihaknya juga intens melakukan monitoring dengan menurunkan Tim Buru Sergap (Buser) Kebersihan di beberapa lokasi. Bahkan DLHK juga telah memiliki Tim Jaga Gonda yang bertugas melakukan monitoring kebersihan, khusus di Jalan Margonda.

“Jadi dengan adanya tim Buser dan Tim Jaga Gonda kami rutin melakukan monitoring di lokasi yang rawan akan pembuang sampah liar. Kami juga telah memberikan sanksi tegas terhadap mereka yang tertangkap basah membuang sampah dengan melakukan Tindak Pidana Ringan (Tipiring),” jelas Etty.

Menurutnya, bahwa untuk jangka panjang pihak DKLH Depok, terus melakukan komunikasi dengan Provinsi Jawa Barat (Jabar), agar pengoperasian TPA Nambo segera direalisasikan. Diharapkan dengan beroperasinya TPA Nambo, dapat mengurangi volume sampah sebesar 1200 ton yang setiap harinya masuk ke TPA Cipayung.

“Artinya, DKLH Depok terus menjalin komunikasi dengan Provinsi Jabar, saat ini proses pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sedang berlangsung. Kalau tidak ada halangan, insya Allah tahun ini, Pemkot bisa memulai pembuangan sampah ke Nambo,” tutur Etty.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Manto mengungkapkan, bahwa untuk menangani longsor sampah yang terjadi di Kali Pesanggrahan, Pasir Putih, yang lokasinya bersebelahan dengan TPA Cipayung, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok telah berkomunikasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC).

“Jadi, kami sudah berkoordinasi dengan BBWSCC mengenai masalah pengerukan Kali Pesanggrahan yang mendangkal, akibat longsoran sampah TPA Cipayung. Saat ini kita masih menunggu proses yang sedang berjalan,” ungkap Manto.

Sedangkan, Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Cipayung, Kurnia Permitasari menambahkan, bahwa untuk menunjang kesehatan warga, Pemkot Depok melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Cipayung memiliki program pengobatan gratis untuk pekerja dan warga di sekitar TPA Cipayung. Selain itu, Pemkot juga memfasilitasi warga dengan sarana dan prasarana air bersih, untuk kepentingan masyarakat luas.

“Artinya, kami bekerja sama dengan UPT Kebersihan untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan bagi warga dan pekerja di lingkungan TPA seminggu sekali, yaitu setiap hari Rabu. Pelayanan ini tidak dipungut biaya alias gratis,”pungkasnya.(db/hyu)

Continue Reading

Fokus

Kemensos RI Apresiasi Lansia di Kota Depok.

Published

on

deblitznews|Depok

Ratusan pelajarpara lanjut usian mengikuti peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tingkat Kota Depok di Balaikota, hadir Walikota, Wakil Walikota dan jajaran penerintah Kota Depok.

Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) memberikan apresiasi bagi lansia di Kota Depok. Pasalnya, di usia yang sudah tidak muda lagi, lansia tersebut terus aktif dan produktif dalam berbagai kegiatan serta organisasi lansia.

“Semangat lansia di Kota Depok patut diacungi jempol karena semuanya berkontribusi melalui organisasi dan lembaga lansia yang diakui,” tutur Pelaksana Harian (Plh) Direktur Kemampuan Pengembangan Lanjut Usia Kemensos RI Esa Sumantri, saat puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tingkat Kota Depok, belum lama ini.

Dikatakannya, sudah semestinya lansia harus selalu memanfaatkan waktu untuk kepentingan bersama. Dengan begitu, masa tua mereka dapat berguna bagi orang lain.

Selain itu, sambungnya, lansia juga harus memperhatikan kesehatannya agar dapat terus beraktivitas dengan maksimal.

“Usia lansia ini rawan beberapa penyakit, maka perlu dilakukan pemeriksaan secara rutin. Dan di Kota Depok ini sudah dilakukan melalui Puskesmas maupun Posbindu,” tambahnya.

Dirinya berharap dengan aktifnya lansia di Depok dapat memberikan nilai positif dan membantu meningkatkan pembangunan di Kota Depok. Tentunya juga demi menuju Depok yang ramah lansia.(db/Adi)

Continue Reading

Berita Terpopuler