Connect with us

Featured

Seru: Wisuda Sekolah AMEC, Gelar Berbagai Macam Pentas Seni

Published

on

Direktur Sekolah AMEC, Drs. Mamun Ibnu Ridwan

deblitznews|Pondok Petir

Bertepatan dengan bulan Ramadhan, sekolah AMEC Pondok Petir Bojongsari, Kota Depok, Sabtu (26/5) sore, menggelar wisuda terhadap ratusan muridnya.

Direktur Sekolah AMEC, Drs. Mamun Ibnu Ridwan,  mengatakan sebanyak 160 murid mulai dari tingkatan TK, hingga SMK diwisuda. Kegiatan ini sekaligus dijadikan sebagai moment berbuka puasa bersama dengan para orang tua murid.

“Rangkaian kegiatan wisuda ini diselingi dengan penampilan pentas seni, evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masing-masing murid yang lulus, serta diakhiri dengan acara sungkeman kepada orang tua,”ujarnya kepada awak media di lokasi acara di Aula Sekolah Amec II, Pondok Petir, Bojongsari, Kota Depok.

Rata-rata murid yang lulus menurut Mamun memiliki nilai akademik yang memuaskan. “Alhamdullilah nilai yang diperoleh pada tahun ini sangat memuaskan. Hal ini tidak terlepas dari dukungan partisipasi orang tua dan guru sebagai pendidik mengajarkan dengan penuh perhatian,”katanya.

Setelah para siswa menerima wisudanya, lanjut Mamun, diharuskan melakukan pemberian bunga sekaligus sungkeman kepada masing-masing orang tua.

“Sungkeman ini bertujuan bagian dari tradisi untuk menghormati orang tua dan telah memberi kasih sayangnya sehingga dapat mendidik menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara,”tutupnya. “Kegiatan wisuda ini  merupakan angkatan ke tujuh tiap tahunnya. Diharapkan kepada anak yang lulus bisa menjadi orang yang dibanggakan bagi orang tua dan bangsa negara.” (di/db)

Advertisement
Comments

Featured

Pemkot Depok, Perkenalkan Logo HUT Kota Depok Dan Maknanya.

Published

on

deblitnews.com|Depok

Pemerintah Kota Depok perkenalkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Kota Depok, makna logo hari jadi ke-20 tersebut sesuai keadaan Kota Depok yang berbudaya. di acara Musrenbang Kota Depok.

Walikota Depok Muhamad Idris mengatakan, arti daripada angka 20 membentuk empat bagian yang menandakan empat komponen di Depok yaitu akademisi, pengusaha, masyarakat dan pemerintah. Kemudian untuk lingkaran pada angka nol menyerupai alat musik kesenian khas Depok yaitu Gong Si Bolong.

“Keempat komponen pendukung pembangunan ini saling membantu dan bersinergi membangun Depok,” ucapnya usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Depok di Hotel Bumi Wiyata, Rabu (13/03/19).

Lebih lanjut, Idris menjelaskan, dalam lingkaran angka nol terdapat siluet penari Topeng Cisalak di sebelah kanan. Hal itu dikarenakan tari Topeng Cisalak merupakan salah satu tarian khas Kota Depok dan di sebelah kirinya terdapat pendekar pencak silat Depok.

Sedangkan, logo hari jadi Kota Depok menurut Idris terdiri dari tiga komponen warna utama yang menunjukkan tiga program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Ketiga program ini yakni Zero Waste City, Smart Healthy City, dan Family Friendly City.

“Tiga warna dalam logo itu ada kuning emas yang melambangkan kemuliaan, biru melambangkan keluasan wawasan dan kejernihan pikiran, serta merah yang melambangkan keberanian,” jelasnya.

Yang tak kalah pentingnya ialah kalimat ‘Rame-rame Berbudaya’ yang berada di bawah logo. Tulisan tersebut menunjukkan tema HUT ke-20 Kota Depok yang artinya bersama-sama berbudaya. Sedangkan untuk tulisan 1999-2019 yang berada diantara angka dua dan nol menunjukkan rentang waktu usia Kota Depok.

“Rame-rame berbudaya ini maksudnya berbudaya kota metropolitan. Tetapi budaya kesantunan, kebersamaan, ini budaya. Jadi bukan hanya seni budaya saja. Budaya universal yang kita kembangkan untuk pembanguna Kota Depok,” tutur Idris.(adi).

Continue Reading

Featured

Reuni Akbar: Masa Anak Anak Adalah Masa Yang Paling Indah

Published

on

Anggota Reuni Akbar Kampung Bangka, Mampang Jakarta Selatan

deblitznews|Jakarta

Masa kecil adalah masa yang paling indah, waktu adalah bermain, rasanya sulit untuk melupakan kenangan dimasa kecil. Hal inilah yang membuat Herlambang ingin mengembalikan masa masa kecilnya bersama sahabat satu halaman kala itu, 40 tahun terpisah oleh jarak dan waktu bersama sahabat kecil yang sulit untuk di lupakan.

Herlambang lahir di Jakarta tepatnya di kampung Bangka RT 06/02 Mampang Prapatan Jakarta Selatan, ingin sekali mengenang masa kecilnya bersama sahabat kala itu.

“40 tahun adalah waktu yang cukup lama untuk tidak bertemu kawan kecil saat itu, khususnya di kampung Bangka, Mampang, Jakarta Selatan,”beber Herlambang selaku penggagas reuni masa kecil.

Rindu masa kecil tidak menyurutkan niat Herlambang untuk mempertemukan kembali sahabat kecil kampung Bangka, walau kondisi saat ini masih belum di ketahui secara menyeluruh keberadaannya.

“dengan bantuan tekhnologi saat ini, Alhamdulillah masih bisa bersilaturahmi dengan sahabat di masa kecil saat itu, walau keberadaan mereka semua jauh jauh,”ujar nya.

Kebanyakan, lanjut Herlambang, sahabat kecil berada di luar Jakarta, ada di Ciganjur, Bogor, Cianjur, Tangerang, Bekasi, dan Garut.

“Kami berusaha semaksimal mungkin mempertemukan mereka yang berada jauh, kumpul kembali di Bangka, Mampang, Jakarta Selatan,”jelasnya

Pertemuan perdana alumni masa kecil di kampung Bangka bertempat di kediaman Tuti, sekaligus ikut di hadiri oleh orang tua Tuti yang tau persis teman temannya saat masih di usia anak anak.

“Kami sangat senang teman- teman kecilku bisa berkumpul di rumahku ini. Keharuan menyeruak ketika orang tua kami bercerita tentang mereka yang masih kecil dulu.”beber Tuti sembari mengenang masa kecilnya

Tuti sangat berharap silaturahmi seperti ini terus tetap berjalan, dan tidak memandang status kaya atau miskin.

“saya sangat terharu sekali masih bisa diberikan kesempatan untuk bertemu teman teman masa kecil dulu, “ucapnya sembari mengajak untuk pertemuan selanjutnya.(db/hengkir

Continue Reading

Featured

Jenis Pohon Lerak, Bakal Ditanam Di Kawasan Konservasi Hutan Percontohan Green Campbone

Published

on

Awan anggota GC bersama Ibu Yeni, yang menyumbangkan pohon jenis Lera

deblitznews|Cinangka.

Udara segar, Air jernih, Pohon rimbun, harapan yang terus diukir dengan keterbatasan dana yang dimiliki, namun, rasa semangat gotong royong yang diciptakan sekumpulan anak muda yang berada di komunitas pencinta lingkungan dan sosial Green Campbone terus bergerak demi tercapainya harapan bagi semua lingkungan yang ada di alam sekitar.

Hal ini terus dilakukan, demi menggapai sebuah harapan, namun, kegiatan ini tidak bisa berjalan begitu saja tanpa disadari dan dibantu oleh semua golongan, untuk terus mewujudkannya, terutama untuk tidak membuang sampah sembarangan dan penebangan pohon secara liar.

Hal ini seperti yang dilakukan Yeni ibu rumah tangga yang peduli dengan lingkungan, namun, kondisi tempat dan lahan di sekitar rumahnya yang berada di jalan Kunir RT02/RW09, Beji, Depok meras sulit untuk menanam jenis pohon lerak.

Untuk itu, melihat aktifitas kegiatan yang dilakukan sekumpulan komunitas Green Campbone, Yeni ingin menyumbangkan bibit pohon yang sudah tumbuh di belakang pekarangan rumahnya.

“saya suka iseng, tabur biji lerak di halaman belakang rumah, tanpa saya sangka ada sekitar 12 bertunas, bahkan sudah sekitar 15 cm, saya bingung karena pohon ini termasuk pohon besar (sekelas pohon jati – red) dan buahnya sangat bermanfaat untuk sebagai pengganti deterjen alamai, kira kira bisa adopsi kah..?,” jelas Yeni di kutip melalui FB nya.

Dari tulisan yang di kirim melalui akun FB, anggota Green Campbone langsung sigap menanggapi bantuan bibit pohon yang di berikan oleh Ibu Yeni yang mempunyai akun Ratu Soang Azhari.

“Kami selaku ketua Green Campbone mengucapkan banyak terimakasih kepada Ibu Yeni yang telah memberikan bibit pohon lerak, memang yang saya tahu, jenis pohon ini harus di tanam di tempat yang luas dan jauh dari pemukiman, karena pertumbuhannya cukup besar, “ujar Arif Budimaan saat berada di lokasi Hutan Percontohan Green Campbone, di wilayah bantaran kali Pesanggrahan RT 02/07 Kp. Kebon, Cinangka, sawangan Depok, pada, Kamis (22/11).(nez)

Berikut kutipan yang di sampaikan melalui akun FB.

Continue Reading

Berita Terpopuler