Connect with us

Ekonomi

Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Depok Meningkat

Published

on

deblitznews|Depok.

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengungkapkan, bahwa Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Depok dari tahun 2008 hingga 2017, secara keseluruhan mengalami perubahan yang baik. Jadi tren LPE Kota Depok setiap tahunnya semakin baik. Misalkan, pada tahun 2017,  LPE kita mencapai 7,28 persen, jumlah tersebut meningkat sebesar 0,64 persen dari tahun sebelumnya.

“Artinya, ini salah satunya dengan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun menunjukkan berbagai hasil yang positif,” ujar Idris kepada sejumlah pewarta, di Balaikota.

Menurutnya, bahwa itu juga termasuk, angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kota Depok dari tahun 2011 – 2016 mengalami peningkatan. Mulai dari 16,23 persen, 17,59 persen, 19,69 persen, 21,54 persen, 23,05 persen, lalu 24,49 persen.

“Seperti faktor pendorong LPE. Itu disebabkan keberadaan para pengusaha yang berinvestasi di Kota Depok. Baik investasi di sektor perekonomian maupun pembangunan infrastruktur,” tutur Idris.

Idris menambahkan, bahwa berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, iklim investasi  yang paling besar atau utama adalah properti, perdagangan dan jasa, serta pergudangan.

“Artinya, properti memiliki porsi sebesar 35-40 persen dari total investasi yang masuk di Depok. Sementara perdagangan sebesar 20 persen, jasa sebesar 20 persen, dan lain-lain sebesar 20 persen,” pungkas orang nomor satu di Kota Depok itu.

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, Yulistiani Mohtar membenarkan, bahwa pihaknya telah melaksanakan berbagai kegiatan guna merangsang investasi di Kota Depok. Bahkan juga menyediakan berbagai informasi yang berguna bagi penanam modal.

“Artinya, dari penanam modal itu seperti memfasilitasi promosi investasi yang digelar tahunan atau penyusunan kajian insentif dan disinsentif penanaman modal,” ujarnya.

Depo Kota Depok Mohammad Idris mengungkapkan, bahwa Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Depok dari tahun 2008 hingga 2017, secara keseluruhan mengalami perubahan yang baik. Jadi tren LPE Kota Depok setiap tahunnya semakin baik. Misalkan, pada tahun 2017,  LPE kita mencapai 7,28 persen, jumlah tersebut meningkat sebesar 0,64 persen dari tahun sebelumnya.

“Artinya, ini salah satunya dengan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun menunjukkan berbagai hasil yang positif,” ujar Idris kepada sejumlah pewarta, di Balaikota.

Menurutnya, bahwa itu juga termasuk, angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kota Depok dari tahun 2011 – 2016 mengalami peningkatan. Mulai dari 16,23 persen, 17,59 persen, 19,69 persen, 21,54 persen, 23,05 persen, lalu 24,49 persen.

“Seperti faktor pendorong LPE. Itu disebabkan keberadaan para pengusaha yang berinvestasi di Kota Depok. Baik investasi di sektor perekonomian maupun pembangunan infrastruktur,” tutur Idris.

Idris menambahkan, bahwa berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, iklim investasi  yang paling besar atau utama adalah properti, perdagangan dan jasa, serta pergudangan.

“Artinya, properti memiliki porsi sebesar 35-40 persen dari total investasi yang masuk di Depok. Sementara perdagangan sebesar 20 persen, jasa sebesar 20 persen, dan lain-lain sebesar 20 persen,” pungkas orang nomor satu di Kota Depok itu.

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, Yulistiani Mohtar membenarkan, bahwa pihaknya telah melaksanakan berbagai kegiatan guna merangsang investasi di Kota Depok. Bahkan juga menyediakan berbagai informasi yang berguna bagi penanam modal.

“Artinya, dari penanam modal itu seperti memfasilitasi promosi investasi yang digelar tahunan atau penyusunan kajian insentif dan disinsentif penanaman modal,” ujarnya.(db/hyu)

Advertisement
Comments

Ekonomi

Tahun 2019 Pajak di Sektor PBB Mengalami Kenaikan Berkisar Rp. 286.119.219.140

Published

on

Kepala Bidang II Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Muhammad Reza

deblitznews.com| Depok

pertumbuhan dan Perkembangan kota Depok sangat pesat, di lihat dari sisi semakin tergeliat para Investor terus membangun Apartemen, hotel hotel dan perdagangan yang lainnya. Hal itu tentunya akan meningkatnya perolehan pajak yang terus meningkat, terutama dari capaian realisasi target Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2018 sudah melebih target pada bulan Oktober 2018.

Pada tahun 2018, Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok menargetkan penerimaan asli daerah (PAD) dari sektor PBB sebesar Rp. 250.840.000.000. Di akhir Oktober 2018, mencapai target menjadi Rp. 269.888.858.879.

Kepala Bidang II Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Muhammad Reza mengatakan, di Tahun 2019 pajak di sektor PBB mengalami kenaikan yaitu berkisar Rp. 286.119.219.140. Sedang fi sektor BPHTB juga naik menjadi Rp. 288.500.000.000. Target penerimaan pajak dipengaruhi oleh beberapa faktor. Seperti Para wajib pajak (WP) sudah dengan mudah memperoleh informasi biaya pajak terutang melalui aplikasi E-PBB Depok Mobile.

Kemudian terkait pembayaran menurut Reza, WP dapat melakukan pembayaran tagihan pajak melalui Bank BJB, BNI, Indomart dan Kantor Pos.

“Wajib Pajak di berikan kemudahan dapat langsung mengecek melalui E-PBB Depok Mobile. Siapa tahu Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) tidak sampai kerumah,” kata Reza saat di temui deblitznews.com di Kantor Pelayanan PBB dan BPHTB Kota Depok, Selasa (05/03/2019.

Kemudian pihaknya tidak memberatkan WP dalam hal tagihan. Hal ini ada upaya untuk terus memberikan pelayanan yang dilakukan oleh WP apabila tunggakan tagihan pajak sudah besar.

“WP dapat mengajukan keringanan. Intinya kita ingin menjaring seluruh potensi bagi para wajib pajak sebanyak-banyaknya,” jelas Reza.

Kemudian faktor lainnya ungkap Reza, akan berupaya meningkatnya penetapan Zona Nilai Tanah (ZNT) sebagai dampak dari pesatnya perkembangan perumahan di wilayah Depok. Dengan peningkatan akses dan fasilitas di suatu wilayah maka nilai NJOP akan naik.

“Kalau NJOP naik, maka otomatis nilai PBB juga akan ikut naik. Itulah kenapa penerimaan asli daerah dari sektor PBB di Depok tiap tahun naik. Animo masyarakat sekitar untuk tinggal di Depok belakangan ini meningkat,” tuturnya. (Adi)

Continue Reading

Ekonomi

Forum Renja OPD, Disdagin Akan Komitmen Tingkatkan Para Pelaku Usaha

Published

on

deblitznews|Beji.

Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok diharapkan menjadi media dalam menjawab berbagai tantangan bidang perdagangan dan perindustrian. Mengingat, keberadaannya mempunyai potensi meningkatkan perekonomian lokal yang dapat membantu pembangunan wilayah.

“Kami tetap akan meningkatkan bidang ekonomi, perdagangan perindustrian energi dan sumber daya mineral yang memiliki potensi meningkatkan perekonomian dan usaha lokal, sehingga dapat membantu pembangunan wilayah,” kata Kadis Disdagin Kania pada wartawan di Rumah Kabeda Beji Depok, Rabu (27/02/19).

Ada tiga dimensi utama ucap Kania, pada rencana strategi (restra) Disdagin yang bisa membantu meningkatkan perekonomian lokal di Depok. Diantaranya meningkatkan kinerja stakehokder, kinerja industri kreatif, tata kelola dan kinerja lembaga.
“Dengan menerapkan dimensi ini dapat menjadi media untuk meningkatkan sinergi program kegiatan, menjaring aspirasi dan mencari solusi terhadap tantangan ke depan,” ucapnya.

Sementara Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ahmad Kafrawi, berharap adanya trobosan baru dibidang perdagangan dan perindustrian, hal ini untuk meningkatkan ekonomi dan usaha lokal di Kota Depok. Tentunya dengan peran seluruh stakehokder terkait di daerah.

“Kami optimis dapat melahirkan pembangunan daerah untuk meningkatkan ekonomi lokal dalam perspektif perdagangan dan perindustrian,” tutur Kafrawi. (Adi).

Continue Reading

Ekonomi

Pasar Tani Kembali Gelar Produk Unggulan

Walikota Depok M Idris Saat memberikan sambutan di acara pasar tani

Published

on

deblitznews|Depok

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kembali menggelar Pasar Tani perdana di tahun 2019 dengan Mengusung promosi hasil pertanian, peternakan, dan perikanan, Pasar Tani 2019, hadir dengan produk-produk unggulan khas Kota Depok.

Program yang dilaksanakan setiap bulan pada pekan kedua ini, diapresiasi Wali Kota Depok Mohammad Idris. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok merupakan kelangsungan unsur primer di dalam perekonomian.

“Pertanian itu masuknya unsur primer. Tetapi, dalam konteks kehidupan metropolitan, sektor pertanian penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sekitar tiga persen,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris, saat membuka Pasar Tani 2019, di Balai Kota, Jumat (22/02/2019).

Idris berharap, melalui DKPPP Kota Depok, kegiatan Pasar Tani gencar dipromosikan di berbagai media. Dengan demikian, penyelenggaran Pasar Tani semakin ramai dikunjungi masyarakat dan memberikan nilai keberkahan bagi Kota Depok.

Sementara itu, Kepala DKPPP Kota Depok, Diah Sadiah mengatakan, sebanyak 15 stan meramaikan kegiatan Pasar Tani, yang diikuti oleh perwakilan 11 kecamatan. Kegiatan tersebut diikuti oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Kelompok Wanita Tani (KWT), dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Depok.

“Untuk promosi sendiri, tentunya kami bersinergi bersama Perangkat Daerah terkait, turut mempromosikan program Pasar Tani dari DKP3,” tuturnya (adi)

Continue Reading

Berita Terpopuler