Connect with us

Ekonomi

Perubahan Menuju Sukses yang Lebih Besar

Published

on

deblitznews|Depok.

Dalam rangka meningkatkan keterampilan dan pengetahuan program laku pandai, PT Permodalan Nasional Madani cabang Pasar Minggu bekerjasama dengan Bank National Nobu, mengadakan pelatihan bertajuk “Perubahan Menuju Sukses yang Lebih Besar bertempat di Rumah Makan Mang Kabayan, Jl. Margonda Depok pada Rabu (11/4/2018) yang lalu. Kegiatan dihadiri oleh 30  pelaku UMKM  yang ada di wilayah Depok dan Jakarta Selatan.

Kerjasama PNM Cabang Depok dan Pasar Minggu dengan Nobu Bank dalam menyelenggarakan pelatihan merupakan salah satu bentuk kerjasama yang saling menguntungkan, dimana pihak PNM cabang Depok dan Pasar Minggu dapat meningkatkan kapasitas usahanya agar mampu memanfaatkan pembiayaan yang telah diterimanya secara optimal sehingga lancar dalam pengembaliannya.

Ibu Cut Ria , Saat memberikan motifasi semangat usaha, kepada peserta seminar yang hadir.

Sedang untuk pihak Nobu Bank sendiri menjadikan moment ini sebagai sarana memberikan informasi program Laku Pandai. Laku Pandai merupakan program keuangan inklusif yang memungkinkan masyarakat membuka rekening tabungan melalui perantara agen bank, bagaimana mengelolah keuangan dan mengembangan kapasitas usaha melalui akses permodalan.

Pada kesempatan itu, pihak NOBU Bank juga mengenalkan rencana Program Laku Pandai tersebut kepada para peserta. Melalui program ini terbuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menjalin kerjasama baik sebagai agen Laku Pandai maupun nasabah yang akan mendapatkan layanan terutama untuk produk tabungan.

Dengan adanya Laku Pandai,  calon nasabah  tidak perlu lagi datang langsung ke bank untuk melakukan transaksi. Dengan sendirinya akan lebih mempermudah akses masyarakat sekaligus memberikan edukasi  mengenai transaksi non tunai.

Pelatihan menghadirkan narasumber B-Best Trainer yaitu, Teguh Purwadi. PNM tidak hanya memberikan pembiayaan usaha, namun juga disertai dengan pendampingan dan jasa manajemen.

Tentang PT Permodalan Nasional Madani (Persero)

PNM merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan, pendampingan dan jasa manajemen kepada pelaku usaha ultra mikro, mikro, kecil dan menengah (UMKM).

PNM memiliki dua produk unggulan, yaitu Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang khusus memberikan pembiayaan usaha kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang disertai dengan program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Program PKU memberikan pelatihan, pendampingan serta jasa menajemen kepada nasabah ULaMM yang disesuaikan dengan kebutuhan para nasabah, program ini menjadi keunggulan PNM yang membedakan dengan lembaya pembiayaan lainnya.

Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) merupakan produk pembiayaan usaha yang diberikan kepada kelompok perempuan prasejahtera produktif pelaku usaha ultra mikro.

Saat ini PNM memiliki 2.128 kantor layanan, yang terdiri dari 64 kantor cabang PNM, 630 kantor layanan ULaMM dan 1.434 kantor cabang Mekaar.(db/nez)

 

 

Advertisement
Comments

Ekonomi

Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Depok Meningkat

Published

on

deblitznews|Depok.

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengungkapkan, bahwa Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Depok dari tahun 2008 hingga 2017, secara keseluruhan mengalami perubahan yang baik. Jadi tren LPE Kota Depok setiap tahunnya semakin baik. Misalkan, pada tahun 2017,  LPE kita mencapai 7,28 persen, jumlah tersebut meningkat sebesar 0,64 persen dari tahun sebelumnya.

“Artinya, ini salah satunya dengan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun menunjukkan berbagai hasil yang positif,” ujar Idris kepada sejumlah pewarta, di Balaikota.

Menurutnya, bahwa itu juga termasuk, angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kota Depok dari tahun 2011 – 2016 mengalami peningkatan. Mulai dari 16,23 persen, 17,59 persen, 19,69 persen, 21,54 persen, 23,05 persen, lalu 24,49 persen.

“Seperti faktor pendorong LPE. Itu disebabkan keberadaan para pengusaha yang berinvestasi di Kota Depok. Baik investasi di sektor perekonomian maupun pembangunan infrastruktur,” tutur Idris.

Idris menambahkan, bahwa berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, iklim investasi  yang paling besar atau utama adalah properti, perdagangan dan jasa, serta pergudangan.

“Artinya, properti memiliki porsi sebesar 35-40 persen dari total investasi yang masuk di Depok. Sementara perdagangan sebesar 20 persen, jasa sebesar 20 persen, dan lain-lain sebesar 20 persen,” pungkas orang nomor satu di Kota Depok itu.

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, Yulistiani Mohtar membenarkan, bahwa pihaknya telah melaksanakan berbagai kegiatan guna merangsang investasi di Kota Depok. Bahkan juga menyediakan berbagai informasi yang berguna bagi penanam modal.

“Artinya, dari penanam modal itu seperti memfasilitasi promosi investasi yang digelar tahunan atau penyusunan kajian insentif dan disinsentif penanaman modal,” ujarnya.

Depo Kota Depok Mohammad Idris mengungkapkan, bahwa Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Depok dari tahun 2008 hingga 2017, secara keseluruhan mengalami perubahan yang baik. Jadi tren LPE Kota Depok setiap tahunnya semakin baik. Misalkan, pada tahun 2017,  LPE kita mencapai 7,28 persen, jumlah tersebut meningkat sebesar 0,64 persen dari tahun sebelumnya.

“Artinya, ini salah satunya dengan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun menunjukkan berbagai hasil yang positif,” ujar Idris kepada sejumlah pewarta, di Balaikota.

Menurutnya, bahwa itu juga termasuk, angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kota Depok dari tahun 2011 – 2016 mengalami peningkatan. Mulai dari 16,23 persen, 17,59 persen, 19,69 persen, 21,54 persen, 23,05 persen, lalu 24,49 persen.

“Seperti faktor pendorong LPE. Itu disebabkan keberadaan para pengusaha yang berinvestasi di Kota Depok. Baik investasi di sektor perekonomian maupun pembangunan infrastruktur,” tutur Idris.

Idris menambahkan, bahwa berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, iklim investasi  yang paling besar atau utama adalah properti, perdagangan dan jasa, serta pergudangan.

“Artinya, properti memiliki porsi sebesar 35-40 persen dari total investasi yang masuk di Depok. Sementara perdagangan sebesar 20 persen, jasa sebesar 20 persen, dan lain-lain sebesar 20 persen,” pungkas orang nomor satu di Kota Depok itu.

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, Yulistiani Mohtar membenarkan, bahwa pihaknya telah melaksanakan berbagai kegiatan guna merangsang investasi di Kota Depok. Bahkan juga menyediakan berbagai informasi yang berguna bagi penanam modal.

“Artinya, dari penanam modal itu seperti memfasilitasi promosi investasi yang digelar tahunan atau penyusunan kajian insentif dan disinsentif penanaman modal,” ujarnya.(db/hyu)

Continue Reading

Bisnis

Grand Opening Perumahan, Santuni 100 Anak Yatim

Published

on

deblitznews|Bedahan.

Grand Opening perumahan yang berada di wilayah 01/07 kelurahan Bedahan, Sawangan, Depok, santuni 100 anak yatim dilaksanakan pada Jumat (27/4) sore.

(lebih…)

Continue Reading

Ekonomi

Pemerintah Kota Depok Jalin Sinergitas Dengan Apindo

Published

on

deblitznews|Depok.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menggandeng pengusaha dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Depok untuk sama-sama membangun iklim usaha yang kondusif. Upaya ini sangat diperlukan unutuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan di Kota Depok.

(lebih…)

Continue Reading

Berita Terpopuler