Connect with us

Ekonomi

KP2D Gelar Rapat Kerja Pertama di Gedung Baleka 1

Published

on

deblitznews|Depok

Komunitas Perempuan Peduli Depok atau (KP2D) menggelar Rapat Kerja (Raker) pertama dengan diikuti 32 pengurus aktif yang membawahi sembilan bidang tugas dan pokok pekrjaan. Bidang-bidang tersebut meliputi bidang hukum/Pendampingan, bidang Ekonomi dan sosial, bidang Pendidikan, bidang Seni Budaya, bidang Kesehatan, bidang Litbang, bidang UKM, bidang Humas dan bidang Olah Raga, pada Selasa, (17/4 2018), tepat pukul 9.00 Wib bertempat di Gedung Baleka 1 Lt.2 Ruang Rapat Dispenda Kota Depok,

Acara Raker dihadiri pula oleh dua orang Dewan Penasehat KP2D, H. Agus Purwoto, SE dan Djaya Kasawilaga. Selaku perwakilan dari pucuk pimpinan Kota Depok didelegasikan kepada Eka Bachtiar yang menjabat sebagai

Kepala DInas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPA PMK) Kota Depok. Dalam sambutan dan arahannya, Eka Bachtiar secara umum menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan Raker Pertama KP2D dan beliau ingin kegiatan organisasi KP2D agar selaras dan sinergi dengan visi, misi dan program Pemerintah Kota Depok, khususnya untuk program unggulan seperti Zero Waste City, Smart Healhty City dan Family Resilence City ( Kota Ketahanan Keluarga) dan yang terakhir merupakan program unggulan yg menjadi tupoksi DPA PMK.

Beliau berharap KP2D  dapat membuat  dan menyusun program kerja yang mempunyai jangka waktu pendek, menengah dan panjang dari 3 tahun sesuai masa waktu pertanggungjawabannya di breakdown pertahun yang sekaligus diimplementasikan dalam aksi kegiatannya. Dan harapannya KP2D dapat menghasilkan program kerja yang dapat menyentuh masyarakat secara luas.

Sebagai Ketua organisasi KP2D, Inawati Neih berharap dengan  terlaksananya Raker Pertama KP2D ini, Kepengurusan dan 9 Bidang bisa melaksanakan program kerja yang telah disusun sesuai bidangnya masing-masing. Serta dapat bersinergi dengan para dinas terkait untuk merealisasikan berbagai kegiatan yang mencerminkan kepedulian kepada masyarakat. KP2D mandiri dalam bergerak dari kita untuk memberi manfaat kepada masyarakat.

KP2D didirikan pada  20 Des 2014 oleh beberapa perempuan hebat yang sangat mencintai Kota Depok. KP2D mendapat pengesahan Pendirian Badan Hukum berdasarkan keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI nomor : AHU-0071650.AG.01.07. TAHUN 2016 tanggal 24 Agustus 2016 berdasarkan Akta Notaris Rakhmat Mushawwir Rasyidi, SH, Mkn nomor 43 tanggal 19 Agustus 2016. Digawangi oleh Inawati Neih sebagai Ketua, dan dibantu oleh Kartika Hanafi sebagai Sekretaris beserta Emma Qojjimah sebagai Bendahara, KP2D sampai sekarang masih tetap eksis dan seringkali mengadakan beberapa kegiatan sosial kemasyarakatan.(db/erna)

Advertisement
Comments

Ekonomi

Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Depok Meningkat

Published

on

deblitznews|Depok.

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengungkapkan, bahwa Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Depok dari tahun 2008 hingga 2017, secara keseluruhan mengalami perubahan yang baik. Jadi tren LPE Kota Depok setiap tahunnya semakin baik. Misalkan, pada tahun 2017,  LPE kita mencapai 7,28 persen, jumlah tersebut meningkat sebesar 0,64 persen dari tahun sebelumnya.

“Artinya, ini salah satunya dengan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun menunjukkan berbagai hasil yang positif,” ujar Idris kepada sejumlah pewarta, di Balaikota.

Menurutnya, bahwa itu juga termasuk, angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kota Depok dari tahun 2011 – 2016 mengalami peningkatan. Mulai dari 16,23 persen, 17,59 persen, 19,69 persen, 21,54 persen, 23,05 persen, lalu 24,49 persen.

“Seperti faktor pendorong LPE. Itu disebabkan keberadaan para pengusaha yang berinvestasi di Kota Depok. Baik investasi di sektor perekonomian maupun pembangunan infrastruktur,” tutur Idris.

Idris menambahkan, bahwa berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, iklim investasi  yang paling besar atau utama adalah properti, perdagangan dan jasa, serta pergudangan.

“Artinya, properti memiliki porsi sebesar 35-40 persen dari total investasi yang masuk di Depok. Sementara perdagangan sebesar 20 persen, jasa sebesar 20 persen, dan lain-lain sebesar 20 persen,” pungkas orang nomor satu di Kota Depok itu.

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, Yulistiani Mohtar membenarkan, bahwa pihaknya telah melaksanakan berbagai kegiatan guna merangsang investasi di Kota Depok. Bahkan juga menyediakan berbagai informasi yang berguna bagi penanam modal.

“Artinya, dari penanam modal itu seperti memfasilitasi promosi investasi yang digelar tahunan atau penyusunan kajian insentif dan disinsentif penanaman modal,” ujarnya.

Depo Kota Depok Mohammad Idris mengungkapkan, bahwa Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Depok dari tahun 2008 hingga 2017, secara keseluruhan mengalami perubahan yang baik. Jadi tren LPE Kota Depok setiap tahunnya semakin baik. Misalkan, pada tahun 2017,  LPE kita mencapai 7,28 persen, jumlah tersebut meningkat sebesar 0,64 persen dari tahun sebelumnya.

“Artinya, ini salah satunya dengan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun menunjukkan berbagai hasil yang positif,” ujar Idris kepada sejumlah pewarta, di Balaikota.

Menurutnya, bahwa itu juga termasuk, angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kota Depok dari tahun 2011 – 2016 mengalami peningkatan. Mulai dari 16,23 persen, 17,59 persen, 19,69 persen, 21,54 persen, 23,05 persen, lalu 24,49 persen.

“Seperti faktor pendorong LPE. Itu disebabkan keberadaan para pengusaha yang berinvestasi di Kota Depok. Baik investasi di sektor perekonomian maupun pembangunan infrastruktur,” tutur Idris.

Idris menambahkan, bahwa berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, iklim investasi  yang paling besar atau utama adalah properti, perdagangan dan jasa, serta pergudangan.

“Artinya, properti memiliki porsi sebesar 35-40 persen dari total investasi yang masuk di Depok. Sementara perdagangan sebesar 20 persen, jasa sebesar 20 persen, dan lain-lain sebesar 20 persen,” pungkas orang nomor satu di Kota Depok itu.

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, Yulistiani Mohtar membenarkan, bahwa pihaknya telah melaksanakan berbagai kegiatan guna merangsang investasi di Kota Depok. Bahkan juga menyediakan berbagai informasi yang berguna bagi penanam modal.

“Artinya, dari penanam modal itu seperti memfasilitasi promosi investasi yang digelar tahunan atau penyusunan kajian insentif dan disinsentif penanaman modal,” ujarnya.(db/hyu)

Continue Reading

Bisnis

Grand Opening Perumahan, Santuni 100 Anak Yatim

Published

on

deblitznews|Bedahan.

Grand Opening perumahan yang berada di wilayah 01/07 kelurahan Bedahan, Sawangan, Depok, santuni 100 anak yatim dilaksanakan pada Jumat (27/4) sore.

(lebih…)

Continue Reading

Ekonomi

Pemerintah Kota Depok Jalin Sinergitas Dengan Apindo

Published

on

deblitznews|Depok.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menggandeng pengusaha dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Depok untuk sama-sama membangun iklim usaha yang kondusif. Upaya ini sangat diperlukan unutuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan di Kota Depok.

(lebih…)

Continue Reading

Berita Terpopuler