Connect with us

Peristiwa

Pencarian Senjata Perang Dunia ke II Di Hentikan

Published

on

deblitznews|Pengasinan

Tim Jihandak Denzipur III menghentikan sementara pencarian timbunan senjata yang berada dibekas pohon bambu JL. H Maat, Gang Mushola Insan Kamil, RT 4/2 Pengasinan, Sawangan, Depok karena cuaca semakin gelap.

Penemuan senjata berjenis Thomson di bawah bongkahan pohon bambu, dari hasil laporan Komarudin selaku cucu kepada Babinsa, Serka Wardani. Dari hasil penemuan tersebut pihak keluarga masih meyakini bukan satu jenis saja yang di timbun oleh Almarhum Nipan Syahrul yang merupakan veteran Pejuang Kemerdekaan RI yang menimbun sekitar tahun 1970.

Hal ini pun menjadi keanehan tersendiri oleh pihak keluarga, yang saat itu mengetahui dimana lokasi penimbunan senjata yang sudah dibungkus rapih dan diberikan pelumas gemuk, namun, setelah pendeteksian dengan metal detector dan penggalian hingga kedalaman satu meter dengan alat berat belum mendapatkan hasil.

Untuk itu, Kapten Arm Erwin Syahputra, selaku Danramil 05 Sawangan, menghentikan sementara pencarian sekitar pukul 17:00 karena cuaca sudah mulai gelap ,“ sementara pencarian di hentikan, karena menurut laporan masih ada beberapa lagi yang tertanam, namun kita hentikan sementara pencariannya, karena hari mulai gelap,”kata Erwin dilokasi penggalian.

Dari hasil pencarian yang dihentikan, pihak keluarga merasa ada yang aneh dan penasaran, sehingga memutuskan untuk minta bantuan kepada sahabatnya yang kebetulan mempunyai ilmu supra natural.

Dari hasil pantauan Ki Jambrong (ahli supra natural-red) ternyata benar, senjata peninggalan perang dunia (PD) ke dua yang ditanam sekitar 50 tahun lalu masih ada, dan hasil penerawangannya sama dengan apa yang dilaporkan oleh pihak keluarga, masih tersimpan tiga jenis senjata yang sama di temukan pertama, ratusan amunisi dan geranat aktif yang di bungkus tanah.

“saya pernah bicara dengan komarudin sekitar lima tahun yang lalu, saat itu masih banyak pohon bambunya, ada pistol panjang di sana,”papar Ki Jambrong.

Dari hasil penerawangan, ternyata bukan senjata saja yang di timbun oleh Almarhum Nipan, benda pusak milik pribadi nya pun ikut ditanam bersamaan dengan senjata, bertujuan untuk melindungi hal yang tidak diinginkan.

“karena saat itu jamannya perang, untuk itu tidak sedikit tentara yang menguasai ilmu tinggi, dan ada juga barang pusaka yang sengaja ditanam bersamaan dengan senjata, bertujuan untuk melindungi senjata dari tangan yang tidak bertanggung jawab karena saat itu negara masih belum aman,”kata Ki Jambrong.

Di tempat yang sama, Siti Patimah (62) anak pertama almarhum Nipan Syahrul menceritakan, saat itu rumahnya sering sekali didatangi oleh orang berkulit putih (Belanda) yang dikenal saat itu tuan sehir untuk menggeledah isi rumahnya.

Sisi lain, Komandan Kodim 0508/Depok Letkol Inf Iskandarmanto dan Kapten Arm Erwin Syahputra, memberikan sedikit bingkisan kepada Hj. Anih (82) Istri Almarhum Nipan Syahrul atas ucapan terimakasih telah memberikan informasi penimbunan senjata suaminya.

Penggalian akan dilanjutkan pada Sabtu (7/4/2018) dimulai pukul 08:00 pagi.(nez)

Apresiasi, Letkol Inf Iskandarmanto (kiri) Hj. Anih (82) Istri Almarhum Nipan Syahruldan (tengah) Kapten Arm Erwin Syahputra (kanan) saat memberikan bingkisan tanda ucapan terimakasih

Advertisement
Comments

Peristiwa

Green Campbone Kumpulkan Donasi Untuk Aksi Kemanusiaan Korban Tsunami

Published

on

Aksi solidaritas kemanusiaan Green Campbone turun ke jalan untuk kumpulkan donasi korban stunami Selat Sunda dan Lampung Selatan

deblitznews|Sawangan

Green Campbone komunitas lingkungan hidup dan sosial, menggelar aksi kemanusiaan untuk penggalangan dana, bagi korban bencana alam tsunami Selat Sunda, Pandeglang Banten dan Lampung Selatan, yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam hari.

Akibat kejadian tersebut banyak memakan korban jiwa meninggal dan luka luka. Aksi solidaritas yang di mulai dari pukul 13:00 sampai dengan 17:30 WIB, untuk titik spot di bagi dua, di Jalan Raya Muchtar Sawangan dan Jalan Raya Parung Bogor.

Sementara data yang di himpun dari pusat data informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 400 lebih orang yang meninggal 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang, 16.082 orang mengungsi, serta rumah warga yang hancur akibat diterjang ombak tsunami.

Untuk itu, solidaritas komunitas Green Campbone melakukan aksi penggalangan dana untuk korban tsunami, “kami adalah anak kali merasa terpanggil dengan musibah ini,  solidaritas kali ini untuk mengumpulkan donasi korban tsunami selat Sunda dan Lampung, “beber Arief Ketua Green Campbone saat melakukan pemungutan donasi di Jl. Raya Parung Bogor, pada Rabu (26/12).

Nantinya, donasi yang sudah terkumpul akan di salurkan secara langsung kepada keluarga korban tsunami, Green Campbone menerima donasi dan pakayan layak, bisa kirim langsung ke sekretariat GC Jl .Masjid Jamie Nurul Yaqin, Kp. Kebon Rt 02/07, Cinangka, Sawangan Depok. (nez)

Continue Reading

Peristiwa

RS Puri Cinere Tampung 43 Korban Tsunami Tanjung Lesung, Banten

Published

on

deblitznews|Cinere.

Walikota Depok Muhammad Idris di temani Dirut PLN Sofyan Basri, Kapolres Depok, Didik Sugiarto, Direktur RSUD Asloe’ ah Madjri, menjenguk pasien korban bencana tsunami yang melanda wilayah pantai di Selat Sunda, Banten yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam, di Rumah Sakit Puri Cinere pada Senin (24/12) Jl. Maribaya, Pangkalan Jati, Cinere, Depok.

Walikota sebelumnya ikut menyolati jenazah korban stunami warga asal Ratujaya,Cipayung, Depok, dan menjenguk korban lainnya di RSUD dan langsung menuju Rumah Sakit Puri Cinere.

Direktur PLN Sofian Basri mengatakan, dimana saat kejadian pihak PT PLN Transmisi Jawa Bagian Barat (TJBB) sedang melaksanakan kegiatan family gathering, Banyak pegawai PLN yang menjadi korban tewas dan ada pula yang mengalami luka-luka dan hilang.

“kejadian ini tentunya menjadi mimpi buruk untuk keluarga, dan kehadiran kali ini di RS Puri Cinere untuk memberikan dukungan secara moril, dan mengenai biaya, pihak PLN yang akan menanggung, baik karyawan, atau keluarga,”bebernya saat memberikan keterangan setelah melihat kondisi korban di ruang perawatan RSPC.

Mengenai santunan yang akan diberikan kepada keluarga korban meninggal dunia pihak PLN tidak menyebutkan berapa nominalnya ,namun sampai saat ini masalah biaya akan ditanggung untuk pengobatan, dan bagi karyawan yang meninggal dunia akan ditanggung sampai ke pemakaman.

Ditempat yang sama walikota Depok Muhammad Idris mengatakan, saat ini Pemkot Depok telah mengirimkan 12 relawan untuk membantu korban Tsunami untuk mengevakuasi dan berupa satu mobil ambulans untuk menjemput warga asal Sawangan, Depok yang di temukan telah meninggal dunia.

“hari ini Senin (24/12) Saya memberikan arahan untuk mengirimkan relawan sebanyak 12 personil dan satu mobil ambulance untuk membantu proses evakuasi korban tsunami,” jelasnya.

Kepala bagian Humas Rumah Rumah Sakit Puri Cinere, Widya Karmadyant menambahkan, hingga kini masih ada 18 yang dirawat di RS Puri Cinere dari jumlah keseluruhan sebanyak 43 korban bencana tsunami.

” pihak RS Puri Cinere menerima korban evakuasi stunami sebanyak 43, sebagian sudah boleh di pulangkan, namun sebanyak 18 orang yang masih di rawat, ada satu pasien lagi yang meminta untuk di pulangkan karena istrinya meninggal akibat musibah tsunami,”ucap nya kepada awak media.(nez)

Continue Reading

Peristiwa

Longsor Di Pasir Putih, Dua Rumah Rusak Parah.

Published

on

Ramdani ketua RT 03/02 meninjau rumah Jayadih yang rusak berat, akibat longsor.
deblitznews|Depok

Akibat Hujan deras dan ringan sampai jelang malam mengakibatkan tanah longsor dan dua rumah rusak, satu rumah rusak berat, dan satu rumah sebagian dapurnya rusak, di wilayah kelurahan Pasir Putih, beruntung musibah ini tidak makan korban jiwa.

Tanah longsor berada di RT 03 RW 02 kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Depok, peristiwa kejadian sekitar pukul 02:00 WIB pagi, saat sedang tertidur pulas.

“sorenya hujan deras hingga malam masih gerimis, saat kami sekeluarga tertidur, terasa seperti ada gempa, saya pikir ada di mana, ga taunya pekarangan belakang rumah yang longsor, setelah kami sekeluarga berhamburan ke luar rumah tidak selang waktu rumah kami juga ikut terkena longsor,”jelas Jayadih kepada deblitznews.com pada Jumat (14/12).

Ditempat yang sama, Ramdani selaku ketua RT 03/02 mengatakan, sejak datang musim penghujan memang sudah beberapa kali kejadian, sebelumnya musholah yang berada di pinggir kali Pesanggrahan longsor dan langsung terbawa arus kali, dan sebagian dapur rumah orang tua juga ikut hancur.

Safei saat merapihkan dapur nya yang rusak. 

“Alhamdulillah musibah ini tidak makan korban jiwa, namun rumah adik saya (Jayadih-red) rusak berat, dan rumah orang tua saya hancur bagian dapur, dan tembok rumah retak semua,”beber Ramdani.

Sementara rumah Safei (orang tua Ramdani) sudah di kosongkan, di khawatirkan ada longsor susulan, pasalnya hingga saat ini masih ada pergeseran.

“saya hanya berharap kepada pemerintah, untuk segera melakukan tindakan dan pembayaran pasalnya lokasi longsor berhubungan dengan TPA Cipayung, yang sudah mulai oper load,”ucapnya.

Bagian dapur rumah Safei yang rusak parah, akibat longsor.(foto:DB)

Selain itu, Ramdani juga mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat sekitar yang langsung sigap dengan kejadian yang menimpa keluarga Safei.(nez)

Continue Reading

Berita Terpopuler