Connect with us

Berita

MUI Kota Depok Keluarkan Fatwa Haram, KSP Pandawa Mandiri

Published

on

deblitznews|Depok

Setelah melakukan pengumpulan data dan pengkajian, akhirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok mengeluarkan fatwa haram terhadap investasi di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group yang berkantor di Kelurahan Meruyung, Limo.

Ketua MUI Kota Depok, KH A Dimyati Badruzaman mengatakan, dalam surat Keputusan Fatwa MUI Kota Depok Nomor 01/SK/MUI/Dpk/VI/2016 ditegaskan KSP Pandawa Mandiri merupakan koperasi yang berkedok pengelola dana investasi melakukan prakteknya dengan mencatut pemuka agama Islam.

“Dalam hal ini ustad sebagai grup leader/agen/sales marketing dari KSP Pandawa,” ujar Dimyati dalam surat keputusannya, kemarin.

Kemudian, pihaknya telah menerima laporan dan aduan dari warga sekitar yang merasa resah dengan praktek koperasi Pandawa itu. Apakah pengelolaan dana investasi sesuai dengan syariat Islam.

“Atas laporan warga tersebut, Komisi Fatwa, Hukum dan Perundang-undangan bekerjasama dengan Komisi Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan MUI Depok melakukan penelitian sesuai SOP,” kata dia.

Dimyati menjelaskan, atas kajian dan penelitian yang dilakukan MUI Depok tersebut, memutuskan bahwa KSP Pandawa Mandiri Group haram karena ada unsur praktek riba.

“KSP Pandawa bukan lembaga keuangan syariah yang berpedoman pada Fatwa Dewan Syariah Nasional. Praktek yang dilakukan KSP Pandawa pun tidak dibenarkan dalam lembaga keuangan syariah,” tegasnya.

Selain itu, dia merincikan, dalam prakteknya KSP Pandawa mencatut sejumlah nama ustad guna meyakinkan warga jika prakteknya sesuai dengan syariat Islam.

“Akad-akad yang dilakukan dengan sejumlah investor merupakan akad yang rusak (fasid) mengandung unsur riba, tidak transparan (gharar) dan rawan penipuan,” jelasnya.

Dia menegaskan, atas dasar tersebut dan bukti-bukti yang mendukung, maka MUI Depok menyatakan secara tegas jika KSP Pandawa adalah haram.

“Masyarakat Depok saat ini tidak perlu resah, karena fatwa MUI yang sudah dikeluarkan secara tegas menyebutkan jika KSP Pandawa dalam menjalankan prakteknya adalah haram dan tidak sesuai dengan syariat Islam,” ucap Dimyati.

Sementara, Walikota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan, dirinya sudah mendengar bahwa MUI. Kota Depok sudah mengeluarkan fatwa haram terkait investasi di Koperasi Pandawa saat dikompirmasi awak media.

“Saya sudah menbengar itu, kebetulan saya ketua litbang (Penelitian dan Pengembangan) MUI Kota Depok,” kata Idris.

Dia melanjutkan, tugas dari Litbang sendiri adalah untuk mengumpulkan data-data dan informasi yang dibutuhkan dan dibentuk untuk merangkum hasil dan membuat keputusan di komisi fatwa.

“Keputusannya dari komisi fatwa dan ulama-ulama yang kompeten terkait hal itu,” ujarnya.

Dia menilai, keputusan membuat fatwa haram berinvestasi di Koperasi Pandawa yang dikeluarkan MUI Kota Depok sudah tepat. Karena, lanjut Idris, terdapat unsur hurur, yakni unsur tidak jelas, baik tidak jelas transaksinyan barangnya, dan objek yang diperjualbelikan.

“Dalam sebuah transaksi harus jelas barang yang ditransaksikan. Sementara di Pandawa tidak ada kejelasan,” tuturnya.

Kemudian, kata Idris, dari sisi aturan perkoperasian yang berlaku saat ini, tidak boleh ada investasi, tetapi koperasi itu murni simpan pinjam dari dan untuk anggota.

“Kami dari Pemkot Depok hanya menghimbau agar tidak berinvestasi di Pandawa, karena MUI sudah mengeluarkan fatwa haramnya,” ucap Idris. (db/adi)

Advertisement
Comments

Peristiwa

Jalan Mangga, Situ Gugur Amblas

Published

on

deblitznews.com|Pasir Putih.

Hujan deras melanda kota Depok dan sekitarnya, pada Minggu (7/4) sore dini hari, dari pukul 15:00 WIB. Banyak mengakibatkan di beberapa daerah tergenang air.

Jalan mangga diwilayah RW 02 kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Depok amblas akibat benturan luapan air, amblasnya jalan tersebut berada ujung jembatan situ gugur sebagai penghubung dua kelurahan, pasir putih dan bedahan,

Sementara akses jalan tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat (mobil), di khawatir kan akan terjadi longsoran susulan.

Sementara, sebelum terjadinya amblas (longsor) jalan tersebut sudah mengalami keretakan sehingga dengan derasnya hujan semakin memperparah keadaan.(db/nez).

Continue Reading

Berita

Pak Iyo Si Penunggu Lahan Kosong Sejak 1960.

Published

on

Lurah Kelurahan Kedaung Wahidin bersama Bapak Iyo si penunggu tanah cek loleng selama puluhan tahun (Foto: Adi Onez)

deblitznews.com|Kedaung.

Pak Iyo warga RW 08 Kelurahan Kedaung, Sawangan, Depok kini usianya yang sudah memasuki 90 tahun tetap semangat dan energik untuk merawat dan menjaga lahan yang di jaganya sejak 1960 tahun silam.

Berdasarkan pengakuannya kepada deblitznews.com, pak Iyo yang juga di temani oleh lurah kelurahan Kedaung Wahidin saat meninjau lokasi yang terkena program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada Jumat (29/3).

Selama merawat dan menjaga lahan yang begitu luas, pak Iyo dan keluarga hanya memanfaatkan lahannya saja untuk lahan pertanian, menanam pohon pisang dan singkong, sedangkan dari pihak pemilik lahan tidak pernah memberikan bantuan secara rutin (bulanan-red).

“cukup lama, istri saya sudah meninggal sejak tahun 2011, dan anak saya ada 4 sudah besar semua, masalah bantuan belum pernah saya terima,”jelasnya kepada deblitznews.com.

Untuk masalah makan dia (Iyo-red) hanya mendapatkan dari hasil penjualan pertaniannya, dan untuk rumah yang saat ini ditempati yang kini sudah rapuh dan banyak yang bocor akibat pengeroposan, sementara pak Iyo tinggal sendiri di rumah tersebut, sedangkan anak anaknya sudah berkeluarga dan tidak tinggal bersama lagi.

Ditempat yang sama Wahidin lurah kelurahan Kedaung merasa sangat prihatin dengan kondisi pak Iyo saat ini, saat di tanya hanya kematian saja yang terucap dari bibirnya yang terkadang bergetar. Untuk itu, lurah langsung memberikan sedikit rezeki untuk pak Iyo dan memerintahkan kepada pemilik lahan untuk segera memberikan bantuan beras kepada pak Iyo.

“wajarlah pemilik lahan memberikan beras, atau bantuan yang lain, dia jaga cukup lama namun ga dapet apa apa hanya memanfaatkan saja, resiko menjaga dan merawat lahan yang luas seperti ini cukup berat loh sebenarnya,”jelas Wahidin .

Ditambahkannya, kondisi saat ini juga sudah sangat memperihatinkan, baik masalah kesehatan, ekonomi, bahkan rumahnya juga cukup parah.

“Tolong dah tuh, cek loleng selaku pemilik lahan untuk segera memperhatikan kondisi pak Iyo, jangan tanahnya saja yang minta di jagaain,”Jelasnya.(db/nez).

Continue Reading

Hukum & Kriminal

HP, Aktivis Depok Dilaporkan Dua Pengusaha Wanita, Atas Dugaan Gelapkan Uang Ratusan Juta.

Published

on

Entin Partiwi dan Dian Dwi Kurniawati dua pengusaha di Depok saat konprensi pers, kepada sejumlah awak media kemaren.

deblitznews.com|Depok.

Seorang aktivis pemuda, HP alias Hersong dilaporkan ke polisi oleh dua orang pengusaha wanita, Entin Partiwi dan Dian Dwi Kurniawati atas dugaan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 200 juta.

Laporan ke Mapolres Kota Depok tertuang dalam surat laporan/pengaduan, bernomor STPLP/2589/K/IX/2018/Resta Depok, tertanggal Senin 26 September 2018 yang ditandatanggani Kanit I SPKT, Inspektur Pol Sumari, SH. “Sekarang prosesnya sudah gelar perkara,” kata Dian kepada sejumlah awak media di Depok, Kamis (21/3/2019).

Hersong dilaporkan karena menawarkan beragam proyek infrastruktur di Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan total nilai Rp 20 miliar. Laporan tersebut diproses karena sudah masuk unsur Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan 372 KUHP tentang Penggelapan.

“Saya yakin menuruti tawaran Hersong karena dipertemukan, dijamin dan didukung oleh seorang pejabat tinggi di DPRD Kota Depok berinisial HTA. Kami tiga kali diajak Hersong bertemu pejabat tersebut di kantornya di gedung DPRD Kota Depok, dikediamannya dan di Gedung Pertemuan LCC, Jalan Pemuda saat menyerahkan uang Rp 80 juta sebagai uang muka. Dihadapan kami pejabat tersebut juga sempat menelepon beberapa pejabat Pemkot Depok untuk minta proyek. Bagaimana kami nggak yakin,” jelas Dian geram.

Dia mengungkapkan, karena gagal mendapatkan proyek, dirinya meminta agar uang yang sudah diberikan bertahap dengan total Rp 200 juta agar dikembalikan tapi setahun menunggu tak pernah dikembalikan sepeser pun. “Hersong hanya janji-janji dan pejabat tinggi tersebut berjanji akan mengembalikan uang Rp 80 juta. Penyerahan uang ke Hersong ada buktinya, saksi-saksi dan kwitansi bermaterai. Kalau penyerahan uang ke pejabat tersebut hanya saksi-saksi dan ada percakapan di WA. Semua bukti-bukti dan saksi sudah kami serahakan ke penyidik kepolisian,” ungkapnya.

Dian berharap kasusnya ini dapat segara diselesaikan pihak kepolisan dan dilimpahkan ke kejaksaan serta disidangkan pengadilan. “Dengan kasus ini, saya tidak ingin ada jatuh lagi korban penipuan janji-janji proyek di Pemkot Depok,” harapnya.(nez)

Continue Reading

Berita Terpopuler