Connect with us

Berita

Kantor Kelurahan Buka di Hari sabtu Dari Pukul 9:00-22:00 WIB

Published

on

deblitznews|Bedahan

Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) KotaDepok menambah hari kerja pelayanan dari yang sebelumnya 5 hari menjadi 6 hari, Senin sampai Sabtu untuk mempercepatproses layanan dokumen warga.

Penambahan jam kerja tersebut sebagai wujud kerja 100 hari walikota dan wakil walikota Depok,”hari ini adalah haripertama untuk memberikan pelayanan masyarakat masuk di hari sabtu,”papar Deden kosasih selaku lurah Bedahan kepada deblitznews.com pada, Sabtu (9/4).

Hal tersebut tertuang dalam upaya menukung program 100 hari kerja. Tentang Penambahan Jam Kerja Waktu Pelayanan Perekaman dan Pencetakan KTP Elektronik dan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) di kota Depok.

“Dengan adanya keputusan‎ tersebut, maka pelayanan pada hari Sabtu akan dimulai pada Sabtu (9/4/2016), dimana seluruh kantor kelurahan tetap melayani pelayanan kependudukan,” ujar Deden.

Lanjut Deden, layanan masyarakat untuk pembuatan E-KTP dan KIA baik yang melakukan perekaman dan pendaftaran Kartu Identitas Anak di kantor kelurahan buka dari pukul 9:00-22:00 WIB.

“alhamdulillah hari pertama masuk di hari Sabtu, masyarakat sudah sangat antusias dengan pelayanan yang di berikan pemerintah kota Depok untuk melakukan pelayanan dan buka hingga malam,”tutur Deden.

Ia juga mengungkapkan, di hari pertama melayani 130 warga kelurahan bedahan untuk mengurus dokumen. Penambahan jam kerja tersebut juga mendapat respon positif dari warga. (nez/db)

Advertisement
Comments

Peristiwa

Jalan Mangga, Situ Gugur Amblas

Published

on

deblitznews.com|Pasir Putih.

Hujan deras melanda kota Depok dan sekitarnya, pada Minggu (7/4) sore dini hari, dari pukul 15:00 WIB. Banyak mengakibatkan di beberapa daerah tergenang air.

Jalan mangga diwilayah RW 02 kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Depok amblas akibat benturan luapan air, amblasnya jalan tersebut berada ujung jembatan situ gugur sebagai penghubung dua kelurahan, pasir putih dan bedahan,

Sementara akses jalan tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat (mobil), di khawatir kan akan terjadi longsoran susulan.

Sementara, sebelum terjadinya amblas (longsor) jalan tersebut sudah mengalami keretakan sehingga dengan derasnya hujan semakin memperparah keadaan.(db/nez).

Continue Reading

Berita

Pak Iyo Si Penunggu Lahan Kosong Sejak 1960.

Published

on

Lurah Kelurahan Kedaung Wahidin bersama Bapak Iyo si penunggu tanah cek loleng selama puluhan tahun (Foto: Adi Onez)

deblitznews.com|Kedaung.

Pak Iyo warga RW 08 Kelurahan Kedaung, Sawangan, Depok kini usianya yang sudah memasuki 90 tahun tetap semangat dan energik untuk merawat dan menjaga lahan yang di jaganya sejak 1960 tahun silam.

Berdasarkan pengakuannya kepada deblitznews.com, pak Iyo yang juga di temani oleh lurah kelurahan Kedaung Wahidin saat meninjau lokasi yang terkena program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada Jumat (29/3).

Selama merawat dan menjaga lahan yang begitu luas, pak Iyo dan keluarga hanya memanfaatkan lahannya saja untuk lahan pertanian, menanam pohon pisang dan singkong, sedangkan dari pihak pemilik lahan tidak pernah memberikan bantuan secara rutin (bulanan-red).

“cukup lama, istri saya sudah meninggal sejak tahun 2011, dan anak saya ada 4 sudah besar semua, masalah bantuan belum pernah saya terima,”jelasnya kepada deblitznews.com.

Untuk masalah makan dia (Iyo-red) hanya mendapatkan dari hasil penjualan pertaniannya, dan untuk rumah yang saat ini ditempati yang kini sudah rapuh dan banyak yang bocor akibat pengeroposan, sementara pak Iyo tinggal sendiri di rumah tersebut, sedangkan anak anaknya sudah berkeluarga dan tidak tinggal bersama lagi.

Ditempat yang sama Wahidin lurah kelurahan Kedaung merasa sangat prihatin dengan kondisi pak Iyo saat ini, saat di tanya hanya kematian saja yang terucap dari bibirnya yang terkadang bergetar. Untuk itu, lurah langsung memberikan sedikit rezeki untuk pak Iyo dan memerintahkan kepada pemilik lahan untuk segera memberikan bantuan beras kepada pak Iyo.

“wajarlah pemilik lahan memberikan beras, atau bantuan yang lain, dia jaga cukup lama namun ga dapet apa apa hanya memanfaatkan saja, resiko menjaga dan merawat lahan yang luas seperti ini cukup berat loh sebenarnya,”jelas Wahidin .

Ditambahkannya, kondisi saat ini juga sudah sangat memperihatinkan, baik masalah kesehatan, ekonomi, bahkan rumahnya juga cukup parah.

“Tolong dah tuh, cek loleng selaku pemilik lahan untuk segera memperhatikan kondisi pak Iyo, jangan tanahnya saja yang minta di jagaain,”Jelasnya.(db/nez).

Continue Reading

Hukum & Kriminal

HP, Aktivis Depok Dilaporkan Dua Pengusaha Wanita, Atas Dugaan Gelapkan Uang Ratusan Juta.

Published

on

Entin Partiwi dan Dian Dwi Kurniawati dua pengusaha di Depok saat konprensi pers, kepada sejumlah awak media kemaren.

deblitznews.com|Depok.

Seorang aktivis pemuda, HP alias Hersong dilaporkan ke polisi oleh dua orang pengusaha wanita, Entin Partiwi dan Dian Dwi Kurniawati atas dugaan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 200 juta.

Laporan ke Mapolres Kota Depok tertuang dalam surat laporan/pengaduan, bernomor STPLP/2589/K/IX/2018/Resta Depok, tertanggal Senin 26 September 2018 yang ditandatanggani Kanit I SPKT, Inspektur Pol Sumari, SH. “Sekarang prosesnya sudah gelar perkara,” kata Dian kepada sejumlah awak media di Depok, Kamis (21/3/2019).

Hersong dilaporkan karena menawarkan beragam proyek infrastruktur di Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan total nilai Rp 20 miliar. Laporan tersebut diproses karena sudah masuk unsur Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan 372 KUHP tentang Penggelapan.

“Saya yakin menuruti tawaran Hersong karena dipertemukan, dijamin dan didukung oleh seorang pejabat tinggi di DPRD Kota Depok berinisial HTA. Kami tiga kali diajak Hersong bertemu pejabat tersebut di kantornya di gedung DPRD Kota Depok, dikediamannya dan di Gedung Pertemuan LCC, Jalan Pemuda saat menyerahkan uang Rp 80 juta sebagai uang muka. Dihadapan kami pejabat tersebut juga sempat menelepon beberapa pejabat Pemkot Depok untuk minta proyek. Bagaimana kami nggak yakin,” jelas Dian geram.

Dia mengungkapkan, karena gagal mendapatkan proyek, dirinya meminta agar uang yang sudah diberikan bertahap dengan total Rp 200 juta agar dikembalikan tapi setahun menunggu tak pernah dikembalikan sepeser pun. “Hersong hanya janji-janji dan pejabat tinggi tersebut berjanji akan mengembalikan uang Rp 80 juta. Penyerahan uang ke Hersong ada buktinya, saksi-saksi dan kwitansi bermaterai. Kalau penyerahan uang ke pejabat tersebut hanya saksi-saksi dan ada percakapan di WA. Semua bukti-bukti dan saksi sudah kami serahakan ke penyidik kepolisian,” ungkapnya.

Dian berharap kasusnya ini dapat segara diselesaikan pihak kepolisan dan dilimpahkan ke kejaksaan serta disidangkan pengadilan. “Dengan kasus ini, saya tidak ingin ada jatuh lagi korban penipuan janji-janji proyek di Pemkot Depok,” harapnya.(nez)

Continue Reading

Berita Terpopuler