Connect with us

Internasional

Rouhani: Warga Muslim Sedunia Harus Bersatu

Published

on

Dalam pidato pada upacara pembukaan Konferensi Kesatuan Islam Internasional di Teheran hari Minggu (27/12), Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan warga Muslim “harus menghapus citra negatif Islam dari dunia maya dan kehidupan nyata sekarang ini”.

Rouhani mengecam warga Muslim “yang diam melihat seluruh pembunuhan dan pertumpahan darah” di Suriah, Irak dan Yaman. Ditambahkannya, konflik di Irak dan Suriah hanya memberi keuntungan bagi Israel dan mereka yang menentang warga Muslim.

Rouhani juga membantah opini bahwa negaranya berupaya membentuk “Shi’iite crescent” atau “bulan sabit Syiah’ – kawasan yang didominasi kaum Syiah di Timur Tengah, mulai dari Lebanon hingga ke Suriah dan Irak.

“Tidak ada bulan sabit Syiah atau Sunni. Kita hanya memiliki bulan Islam. Kita – warga Muslim di dunia – harus bersatu”, tegasnya.

Memburuknya konflik antar Islam, yaitu antara Iran dan negara-negara Teluk – khususnya Arab Saudi, memicu ketegangan Sunni-Syiah yang telah memecah bela dunia Arab selama bertahun-tahun. Kelompok Syiah-Iran mendukung pemberontak Houthi-Yaman, sementara kelompok Sunni yang berkuasa di Arab memimpin koalisi yang membom Houthi-Yaman. [em]

Advertisement
Comments

Berita

Begini Warga Betawi Jadi Dosen di Kentucky, AS

Published

on

Dari iseng-iseng melamar sebagai dosen di Universitas Lampung, Agus Sofyan, sarjana biologi lulusan Universitas Gajah Mada ini ternyata memperoleh beasiswa melanjutkan kuliah di Universitas Kentucky, Lexington.

“Waktu itu pikiran saya dosen itu kan yang saya tahu ya kebanyakan mereka disekolahin ke luar negeri, saya pengen ke luar negeri,” ujar Agus.

Selama 10 tahun, warga Betawi ini pun menyelesaikan kuliah hingga tingkat doktoral dan pasca doktoral di universitas tersebut.

“Kemudian setelah lulus, saya melamar ke sini, kemudian dipanggil pada bulan Agustus 2007 saya mulai bekerja di sini sebagai tenaga pengajar di jurusan biologi,” tambah Agus.

Agus yang dipanggil Profesor Sofyan oleh para mahasiswanya menjadi dosen di Big Sandy Community and Technical College, sekolah program diploma dan politeknik di kota kecil, Paintsville, negara bagian Kentucky.

Agus menjelaskan, “Community college adalah sistem yang dikembangkan di Amerika untuk memberi kesempatan kepada siswa lokal yang ingin melanjutkan sekolah tapi biayanya masih kurang atau juga mereka tidak ingin meninggalkan tempat mereka terlalu lama. Community college biasanya memberikan gelar ada yang diploma, ada yang sertifikat, yang paling tinggi biasanya associate.”

Sekolah ini juga memiliki program akademis pra kuliah atau “Early College Academy” bagi para siswa SMA kelas 11 dan 12 yang ingin mencicil kredit kuliah. Menurut agus, sekolah ini sangat membantu mereka, terutama untuk menghemat uang, karena community college biayanya jauh lebih murah dibandingkan dengan universitas biasa.

Savannah Spurlock dan Michael Hamilton adalah dua siswa yang mengambil kelas biologi yang diajar oleh Agus dan keduanya suka dengan cara Agus mengajar.

“I love his class, saya senang dengan caranya berinteraksi dengan siswa, ia professor yang bagus. Ia lantang, lucu dan penuh humor,” kata Savannah. Sementara menurut Michael, Agus membuat bahan kuliah mudah dimengerti dan ia menjelaskan setiap konsep dengan mendalam, rinci dan menyenangkan.

Tak hanya para mahasiswanya, Agus sendiri mengaku amat menikmati pekerjaannya sebagai pendidik, ini terutama karena fleksibilitas waktu yang membuatnya dapat membagi waktu untuk keluarga dan menyeimbangkan dengan kehidupan sosial dan beragama.

“Setelah saya menjadi dosen beberapa lama, saya merasa ketika saya menyampaikan ilmu itu, saya bertambah banyak ilmunya dan merasa senang untuk transfer ilmu, jadi ada rasa kepuasan sendiri. Jadi sebenarnya mengajar di Indonesia atau di sini sebenarnya sama aja sih, hanya kesempatan waktu itu saya dapatkan, hingga saya laksanakan tugas tersebut mengajar di sini,” ujarnya menutup wawancara dengan VOA. [dw]

Continue Reading

Asean

Kencan Kilat Halal ala Malaysia

Published

on

Bayangkan datang pada kencan pertama, menemui seseorang, tetapi di samping Anda ada orang tua yang memberi nasehat.

Itulah yang dapat ditemui pada event Kencan Kilat Halal, sebuah layanan kontak jodoh yang mulai dilaksanakan pada tahun 2015 dengan tujuan menyediakan wadah proses pencarian jodoh yang sesuai dengan hukum Islam.

Dalam acara ini, pria dan wanita mendapatkan waktu lima menit untuk berkenalan dengan masing-masing sebelum berpindah pada kandidat berikutnya. Setelah itu, penyelenggara akan memeriksa mana peserta yang cocok satu sama lain. Proses ini di negara barat cukup terkenal dengan sebutan speed dating.

Namun di Kencan Kilat Halal, tiap sesi diawali langsung dengan pembicaraan pernikahan dalam pandangan Islam. Pihak wanita harus didampingi, biasanya oleh orang tua, dan setelah sesi berakhir, pria yang cocok dengan kriteria yang diberikan oleh peserta wanita harus menghubungi ayah wanita tersebut untuk mendapatkan izin.

“Dalam Islam, tentu saja Anda harus melibatkan ayah secara langsung, sebab ayah adalah pelindung wanita,” kata salah seorang pendiri acara kencan halal tersebut, Munirah Tunai.

“Jadi jika seorang pria ingin menikahi wanita, itu dapat dilaksanakan setelah mendapatkan izin dari ayah si wanita. Itulah mengapa kami menganjurkan ayah terlibat sejak awal.”

Sekitar 5.700 peserta telah mendaftarkan diri, kebanyakan mereka adalah pekerja profesional berusia 25 hingga 35 tahun yang terlalu sibuk bertemu orang lain dengan cara ‘normal’. Tentunya tujuan jangka panjang para peserta adalah pernikahan dan itu adalah syarat utama yang harus disetujui peserta sejak awal.

Sejauh ini Kencan Kilat Halal telah diadakan sebanyak tiga kali, menghasilkan sekitar 20 pasangan yang serius mendiskusikan tentang pernikahan.

Continue Reading

Internasional

Jajak Pendapat: Tak Banyak Simpatisan ISIS di Dunia Muslim

Published

on

Hasil survei baru Pew Research Center menunjukkan mayoritas Muslim tampaknya berpandangan sangat negatif terhadap kelompok Negara Islam (ISIS). Survei dilakukan di 11 negara dengan populasi Muslim yang signifikan, termasuk beberapa negara Timur Tengah dan Afrika. (lebih…)

Continue Reading

Berita Terpopuler