Connect with us

Internasional

Trump, Carson Terus Pojokkan Muslim

Published

on

Dua bakal calon presiden utama dari Partai Republik, Donald Trump dan Ben Carson, terus mengeluarkan retorika mengenai Muslims. Trump mengusulkan dibuatnya database untuk melacak Muslim di AS dan Carson membandingkan pengungsi Suriah dengan anjing gila.

Komentar-komentar itu bermunculan setelah serangan teroris di Paris yang menewaskan 130 orang dan melukai ratusan lainnya. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, dan meningkatkan kekhawatiran akan adanya serangan di AS dan menimbulkan tuntutan untuk membatasi para pengungsi yang melarikan diri dari perang di Suriah.

Mantan Gubernur Florida, Jeb Bush adalah rival dari Partai Republik pertama yang mengutuk ajakan Trump untuk membuat database Muslim, dan menyebut usulan tersebut “menjijikkan.”

“Ini berarti penahanan, menutup masjid, orang-orang harus melaporkan diri, semuanya itu salah,” kata Bush hari Jumat (20/11).

Bakal calon dari Partai Demokrat Hillary Clinton berkomentar di Twitter dan menantang semua kandidat dari Partai Republik untuk menolak usulan Trump.

“Ini retorika yang mengejutkan,” tulisnya. “Retorika seperti ini harus dikecam oleh orang-orang yang ingin memimpin negara ini.”

Komentar Trump tentang database nasional untuk Muslim dilontarkan Kamis malam ketika ia berkampanye di Iowa. Dalam sebuah video yang dimuat di MSNBC.com, Trump ditanya apakah Muslim harus melaporkan diri (agar tercatat). Ia menjawab, “Haurs.”

Ia mengatakan Muslim harus didata di “berbagai penjuru” dan mengatakan program itu sebagai “semata-mata bagian dari manajemen.”

Ahli kebebasan agama dan masyarakat mengatakan ide kebebasan Trump bertentangan dengan konstitusi.

“Individu tidak boleh dibedakan demi pengawasan pemerintah berdasarkan keyakinan agama mereka,” kata Steven Shapiro, direktur legal American Civil Liberties Union.

Marci Hamilton, seorang ahli hukum kebebasan beragama dari Yeshiva University, mengatakan mengharuskan Muslim melaporkan diri said adalah pelanggaran Konstitusi AS tentang perlindungan kebebasan beragama.

“First Amendment dalam Konstitusi AS adalah untuk memimpin pemerintah agar menggunakan kriteria netral,” kata Hamilton. “Kita bisa menggunakan kriteria netral untuk mengidentifikasi teroris. Tapi kita tidak bisa menggunakannya untuk menghujat satu agama. Tidak akan lolos di pengadilan manapun.”

Usulan yang dilontarkan dalam kampanye pemilihan presiden tersebut berlangsung di tengah-tengah perdebatan di Kongres tentang pengungsi dari Timur Tengah. DPR meloloskan undang-undang hari Kamis yang intinya melarang pengungsi Suriah dan Irak masuk ke AS. Pemimpin Mayoritas Senat, Mitch McConnell, dari Partai Republik menyertakan RUU tersebut agar dipertimbangkan oleh Senat, walaupun tidak jelas apakah akan ada cukup suara untuk membatalkan veto Obama, yang menentang usulan tersebut.

Carson, seorang pensiunan ahli bedah syaraf yang merupakan rival utama Trump dari Partai Republik, pada hari Kamis mengeluarkan komentar yang mengherankan, ketika ia membandingkan mencegah teroris yang berpura-pura menjadi pengungsi Suriah masuk ke AS dengan penanganan anjing gila.

“Kalau ada seekor anjing gila berkeliaran di daerah rumah Anda, mungkin Anda tidak akan berpikiran baik tentang anjing tersebut,” kata Carson pada para wartawan ketika berkampanye di Alabama. “Tidak berarti Anda benci semua anjing, tapi Anda menggunakan kemampuan berpikir.”

Dewan Hubungan Amerika-Islam mengutuk komentar Trump dan Carson dan menyebutnya “Islamophobic dan tidak melanggar konstitusi.”

“Donald Trump dan Ben Carson berkontribusi terhadap lingkungan yang sudah tidak sehat yang mungkin sulit untuk diperbaiki kembali bila ambisi politik mereka terpenuhi,” kata Robert McCaw dalam sebuah pernyataan.

Komentar Trump diperkirakan akan memaksa rivalnya untuk ikut berkomentar tentang apakah mereka setuju atau menentang usulannya. Partai Republik bingung bagaimana menanggapi komentar Trump yang kontroversial, karena takut komentar tersebut membuat pendukung meninggalkan Partai Repuboik tapi di sisi lain juga ada  kekhawatiran komentar-komentar tersebut semakin memperkokoh posisi Trump sebagai calon paling populer dari Partai Republik.[dw]

Advertisement
Comments

Berita

Begini Warga Betawi Jadi Dosen di Kentucky, AS

Published

on

Dari iseng-iseng melamar sebagai dosen di Universitas Lampung, Agus Sofyan, sarjana biologi lulusan Universitas Gajah Mada ini ternyata memperoleh beasiswa melanjutkan kuliah di Universitas Kentucky, Lexington.

“Waktu itu pikiran saya dosen itu kan yang saya tahu ya kebanyakan mereka disekolahin ke luar negeri, saya pengen ke luar negeri,” ujar Agus.

Selama 10 tahun, warga Betawi ini pun menyelesaikan kuliah hingga tingkat doktoral dan pasca doktoral di universitas tersebut.

“Kemudian setelah lulus, saya melamar ke sini, kemudian dipanggil pada bulan Agustus 2007 saya mulai bekerja di sini sebagai tenaga pengajar di jurusan biologi,” tambah Agus.

Agus yang dipanggil Profesor Sofyan oleh para mahasiswanya menjadi dosen di Big Sandy Community and Technical College, sekolah program diploma dan politeknik di kota kecil, Paintsville, negara bagian Kentucky.

Agus menjelaskan, “Community college adalah sistem yang dikembangkan di Amerika untuk memberi kesempatan kepada siswa lokal yang ingin melanjutkan sekolah tapi biayanya masih kurang atau juga mereka tidak ingin meninggalkan tempat mereka terlalu lama. Community college biasanya memberikan gelar ada yang diploma, ada yang sertifikat, yang paling tinggi biasanya associate.”

Sekolah ini juga memiliki program akademis pra kuliah atau “Early College Academy” bagi para siswa SMA kelas 11 dan 12 yang ingin mencicil kredit kuliah. Menurut agus, sekolah ini sangat membantu mereka, terutama untuk menghemat uang, karena community college biayanya jauh lebih murah dibandingkan dengan universitas biasa.

Savannah Spurlock dan Michael Hamilton adalah dua siswa yang mengambil kelas biologi yang diajar oleh Agus dan keduanya suka dengan cara Agus mengajar.

“I love his class, saya senang dengan caranya berinteraksi dengan siswa, ia professor yang bagus. Ia lantang, lucu dan penuh humor,” kata Savannah. Sementara menurut Michael, Agus membuat bahan kuliah mudah dimengerti dan ia menjelaskan setiap konsep dengan mendalam, rinci dan menyenangkan.

Tak hanya para mahasiswanya, Agus sendiri mengaku amat menikmati pekerjaannya sebagai pendidik, ini terutama karena fleksibilitas waktu yang membuatnya dapat membagi waktu untuk keluarga dan menyeimbangkan dengan kehidupan sosial dan beragama.

“Setelah saya menjadi dosen beberapa lama, saya merasa ketika saya menyampaikan ilmu itu, saya bertambah banyak ilmunya dan merasa senang untuk transfer ilmu, jadi ada rasa kepuasan sendiri. Jadi sebenarnya mengajar di Indonesia atau di sini sebenarnya sama aja sih, hanya kesempatan waktu itu saya dapatkan, hingga saya laksanakan tugas tersebut mengajar di sini,” ujarnya menutup wawancara dengan VOA. [dw]

Continue Reading

Asean

Kencan Kilat Halal ala Malaysia

Published

on

Bayangkan datang pada kencan pertama, menemui seseorang, tetapi di samping Anda ada orang tua yang memberi nasehat.

Itulah yang dapat ditemui pada event Kencan Kilat Halal, sebuah layanan kontak jodoh yang mulai dilaksanakan pada tahun 2015 dengan tujuan menyediakan wadah proses pencarian jodoh yang sesuai dengan hukum Islam.

Dalam acara ini, pria dan wanita mendapatkan waktu lima menit untuk berkenalan dengan masing-masing sebelum berpindah pada kandidat berikutnya. Setelah itu, penyelenggara akan memeriksa mana peserta yang cocok satu sama lain. Proses ini di negara barat cukup terkenal dengan sebutan speed dating.

Namun di Kencan Kilat Halal, tiap sesi diawali langsung dengan pembicaraan pernikahan dalam pandangan Islam. Pihak wanita harus didampingi, biasanya oleh orang tua, dan setelah sesi berakhir, pria yang cocok dengan kriteria yang diberikan oleh peserta wanita harus menghubungi ayah wanita tersebut untuk mendapatkan izin.

“Dalam Islam, tentu saja Anda harus melibatkan ayah secara langsung, sebab ayah adalah pelindung wanita,” kata salah seorang pendiri acara kencan halal tersebut, Munirah Tunai.

“Jadi jika seorang pria ingin menikahi wanita, itu dapat dilaksanakan setelah mendapatkan izin dari ayah si wanita. Itulah mengapa kami menganjurkan ayah terlibat sejak awal.”

Sekitar 5.700 peserta telah mendaftarkan diri, kebanyakan mereka adalah pekerja profesional berusia 25 hingga 35 tahun yang terlalu sibuk bertemu orang lain dengan cara ‘normal’. Tentunya tujuan jangka panjang para peserta adalah pernikahan dan itu adalah syarat utama yang harus disetujui peserta sejak awal.

Sejauh ini Kencan Kilat Halal telah diadakan sebanyak tiga kali, menghasilkan sekitar 20 pasangan yang serius mendiskusikan tentang pernikahan.

Continue Reading

Internasional

Rouhani: Warga Muslim Sedunia Harus Bersatu

Published

on

Dalam pidato pada upacara pembukaan Konferensi Kesatuan Islam Internasional di Teheran hari Minggu (27/12), Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan warga Muslim “harus menghapus citra negatif Islam dari dunia maya dan kehidupan nyata sekarang ini”. (lebih…)

Continue Reading

Berita Terpopuler